TERNATE KEHILANGAN dua hal sekaligus. Pertama: timnya. Malut United pindah home base ke Jawa Tengah. Kedua: riuhnya. Stadion Kie Raha berkapasitas 15-20 ribu kursi itu mendadak jadi museum.
Kota di kaki Gunung Gamalama ini puasa. Puasa sorakan. Puasa UMKM matchday. Puasa rasa “kita ada di peta bola nasional”.
Di titik nadir itulah Persiter dibangunkan dari tidur panjangnya. Bukan karena sudah kaya. Tapi karena kalau tidak sekarang, sepakbola Ternate akan mati suri.
Beruntung Pemda Kota Ternate turun. Menyelamatkan. Menaruh Persiter di Liga 4 musim depan. Tapi mari jujur: ini bukan happy ending. Ini baru kick-off.
1. Stadion Mewah, Isi Kosong
Ironi paling sakit. Kita punya Stadion Kie Raha — salah satu stadion terbaik di Maluku Utara. Lampu terang. Tribun bagus. Kapasitas 15-20 ribu.
Tapi rumputnya lebih sering ngobrol sama angin daripada sepatu bola.
Matematika sepakbola itu kejam:
Stadion + Tim + Sponsor = Hidup
Hilang satu, maka Kie Raha cuma jadi tempat foto pre-wedding.
Dan “Sponsor” adalah kata paling mahal hari ini.
Alasan Malut United pergi juga itu. Dana habis, investor cabut, tim ikut pindah.
2. “Proyek Pilkada” vs “Proyek 10 Tahun”
Pertanyaan di warung kopi cuma satu:
Ini serius atau cuma sampai selesai Pilkada?
Kalau “proyek Pilkada”, 1 tahun lagi kita akan baca berita: “Persiter nunggak gaji”.
Kalau “proyek 10 tahun”, maka harus ada 3 hal:
– Ekosistem: Akademi buat lahirin anak Ternate yang main di Kie Raha 2035 nanti
– Ekonomi: Bikin tiap matchday jadi pasar. Pedagang, ojek, parkir, semua hidup
– Narasi: Jual Persiter sebagai perlawanan. “Kota kecil. Stadion besar. Nyali lebih besar”
3. Sponsor Tidak Beli Jersey. Sponsor Beli Cerita
Ini PR paling berat buat manajemen Persiter sekarang.
Mereka harus bisa jawab ke investor: “Kenapa harus Persiter?”
Jawabannya bukan “kasihan”.
Jawabannya: “Karena di Stadion Kie Raha ada 15 ribu orang yang siap lihat brand anda. Karena ini cerita kota yang ditinggal, lalu bangkit lagi. Cerita itu mahal.”
Sepakbola tanpa sponsor = mimpi.
Tapi sponsor tanpa cerita = juga mimpi.
Ujian Kita Ada di Kie Raha
Dulu kita punya Malut United. Sekarang kita punya Kie Raha dan luka.
Besok kita punya Persiter. Dan pilihan.
Pilihan buat bikin Kie Raha jadi stadion yang hidup tiap minggu.
Atau membiarkannya jadi monumen: “Dulu Ternate pernah punya bola”.
Kalau kita berhasil, 10 tahun dari sekarang anak kita akan bilang:
“Dulu Ternate ditinggal. Tapi Ternate tidak pernah menyerah.”
Dan itu, lebih berharga dari tiket ke Liga 1 manapun.
Penulis: Nabil M.Salim
#HidupkanKieRaha #HidupkanPersiter

Editor: Tommy R. Arief

