TERMINALNEWS.ID, TEXAS – Persiapan Timnas Mesir jelang laga babak 32 besar Piala Dunia melawan Australia diwarnai insiden yang tidak diinginkan.
Keributan sempat terjadi antara staf tim berjuluk The Pharaohs dengan aparat kepolisian di hotel tempat mereka menginap di Arlington, Texas, Amerika Serikat.
Mesir dijadwalkan menghadapi Australia pada Jumat waktu setempat. Skuad asuhan Hossam Hassan tiba di hotel sehari sebelum pertandingan sesuai dengan aturan turnamen FIFA.
Namun, suasana di lobi hotel mendadak memanas ketika seorang penggemar muda mencoba berfoto bersama Mahmoud Ahmed Ibrahim Hassan atau yang lebih dikenal sebagai Trezeguet, mantan pemain Aston Villa.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, seorang petugas kepolisian menghampiri lokasi dan dalam hitungan detik terjadi adu mulut. Polisi tampak mendorong salah satu anggota staf kepelatihan Mesir, sehingga memicu reaksi keras dari kubu The Pharaohs.
Asisten pelatih Mesir, Ibrahim Hassan, yang juga merupakan saudara kembar pelatih kepala Hossam Hassan, terlihat sangat emosional. Ia harus ditenangkan oleh Trezeguet dan sejumlah staf tim lainnya agar situasi tidak semakin memanas.
Dalam rekaman tersebut, Ibrahim Hassan terdengar melontarkan kata-kata kasar kepada petugas kepolisian. Sementara itu, polisi berulang kali meneriakkan peringatan agar semua pihak menjauh sambil terus mendorong kerumunan. Bahkan, pada satu momen petugas tampak hendak meraih sesuatu dari saku belakangnya sebelum situasi akhirnya berhasil diredam.
Beruntung, insiden tersebut tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih serius.
Mengutip laporan Voice of Emirates, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) menjelaskan bahwa insiden bermula ketika seorang anak asal Mesir didorong oleh petugas keamanan saat berusaha mengambil foto bersama pemain.
EFA menyebut Ibrahim Hassan langsung turun tangan sehingga sempat terjadi adu argumen singkat dengan salah seorang polisi. Meski demikian, federasi menegaskan persoalan tersebut berhasil diselesaikan dengan cepat dan membantah berbagai laporan yang menyebut terjadi insiden serius.
Jurnalis Mesir yang berada di lokasi, Belal Elsisi, juga memberikan kesaksian serupa. Menurutnya, reaksi Ibrahim Hassan merupakan respons spontan setelah melihat seorang anak didorong oleh petugas keamanan.
Di luar insiden tersebut, Mesir juga masih menunggu kepastian kondisi bintang mereka, Mohamed Salah.
Penyerang andalan itu mengalami cedera dan harus ditarik keluar saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran pada pertandingan sebelumnya. Meski sudah mengikuti latihan bersama tim, kondisinya masih terus dipantau.
Pelatih Hossam Hassan mengaku belum ingin mengambil risiko memainkan Salah jika sang pemain belum benar-benar pulih.
“Salah adalah pemain yang memiliki semangat besar dan sangat ingin memberikan kontribusi bagi tim. Saya tidak akan mengambil risiko apa pun kecuali saya yakin 100 persen dia benar-benar fit untuk bermain besok,” ujar Hassan dalam konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa tim berharap Salah bisa tampil menghadapi Australia, tetapi belum dapat memastikan apakah sang kapten akan masuk dalam susunan pemain inti.
Pemenang pertandingan Mesir melawan Australia diperkirakan akan menghadapi Argentina pada babak 16 besar. Namun, hal itu bergantung pada hasil pertandingan Argentina kontra Tanjung Verde, di mana tim Amerika Selatan tersebut lebih difavoritkan untuk lolos.
Trezeguet saat ini memiliki nilai pasar sekitar €5 juta. Dengan asumsi kurs 1 euro = Rp19.000, maka nilainya setara sekitar Rp95 miliar. Angka tersebut merupakan estimasi nilai pasar pemain, bukan biaya transfer yang benar-benar dibayarkan dalam suatu transaksi.


