BerandaSportSoccerThomas Tuchel Siapkan Strategi...

Thomas Tuchel Siapkan Strategi Adu Penalti untuk Piala Dunia

TERMINALNEWS.ID, LONDON – Timnas Inggris tak ingin kembali menjadi korban drama adu penalti di fase gugur Piala Dunia.

Menjelang pertandingan babak knockout melawan Republik Demokratik Kongo, pelatih Thomas Tuchel memastikan The Three Lions tetap menggunakan sistem persiapan adu penalti yang diwariskan Gareth Southgate.

Babak gugur selalu menjadi momen paling menegangkan di turnamen besar. Satu kesalahan kecil atau satu tendangan yang melenceng bisa langsung mengakhiri perjalanan sebuah tim menuju gelar juara.

Inggris melaju ke fase knockout setelah melewati babak penyisihan grup tanpa banyak hambatan. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai karena setiap pertandingan kini harus menghasilkan pemenang, termasuk jika harus ditentukan lewat adu penalti.

Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Tuchel mengungkapkan bahwa Federasi Sepak Bola Inggris (FA) telah memiliki program khusus persiapan adu penalti yang telah diterapkan selama bertahun-tahun. Ia menegaskan tidak akan mengubah sistem tersebut.

“FA memiliki program yang sudah berjalan selama bertahun-tahun dan kami mengikuti program itu. Kami siap. Kami memiliki proses, para pemain juga memiliki proses,” ujar Tuchel.

Di bawah kepemimpinan Gareth Southgate, Inggris mengubah citra buruk mereka dalam adu penalti. Sebelum era Southgate, Inggris hanya mampu memenangi satu dari tujuh adu penalti di turnamen besar.

Baca Juga :   Marc Cucurella Akui Kunci Kemenangan Chelsea Atas Liverpool Tidak Lengah Hadapi Serangan Balik
Declan Rice and Reece James of England look tired during the FIFA World Cup 2026 Group L match between England and Ghana at Boston Stadium 1
Thomas Tuchel Siapkan Strategi Adu Penalti untuk Piala Dunia (sportbibile)

Southgate kemudian memperkenalkan pendekatan yang lebih ilmiah melalui latihan rutin, perencanaan detail, hingga membangun kebiasaan agar pemain mengandalkan memori otot saat mengeksekusi penalti.

Ia juga menerapkan sistem “buddy”, yaitu setiap eksekutor didampingi rekan setim saat berjalan menuju dan kembali dari titik penalti guna mengurangi tekanan mental.

Tuchel mengakui dirinya telah memiliki gambaran mengenai urutan para penendang penalti. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada pemain yang berada di lapangan dan kesiapan mereka menghadapi tekanan.

“Sulit untuk mensimulasikan situasi adu penalti,” kata Tuchel.

Ia kemudian mengutip pengalaman legenda Prancis, Thierry Henry.

“Saya pernah mendengar Thierry Henry mengatakan bahwa dia bahkan tidak mengingat perjalanan dari garis tengah ke titik penalti saat adu penalti pertamanya bersama Prancis. Hal seperti itu memang tidak bisa dilatih.”

Tuchel juga mengenang pengalaman pahit saat masih melatih Bayern Munich. Ia mengaku pernah mengabaikan persiapan khusus adu penalti sebelum final DFB-Pokal 2016 melawan Borussia Dortmund.

Baca Juga :   Alexander Isak Termahal Diantara 10 Transfer Termahal di Bursa Musim Panas 2025
L R Reece James of England Declan Rice of England Ezri Konsa of England disappointed after the match during the World Cup
Thomas Tuchel Siapkan Strategi Adu Penalti untuk Piala Dunia (sportbible)

Keputusan itu berujung kekalahan Bayern melalui adu penalti, pengalaman yang diakuinya masih membekas hingga kini.

“Itu pengalaman yang sangat menyakitkan dan meninggalkan luka besar bagi saya karena saya merasa telah mengecewakan diri sendiri. Itu adalah pertama kalinya dan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi,” ungkap pelatih asal Jerman tersebut.

Pentingnya persiapan adu penalti semakin terlihat setelah sejumlah tim besar Eropa tersingkir melalui babak tersebut. Jerman menjadi salah satu contohnya ketika gagal memanfaatkan kesempatan dari titik putih setelah beberapa pemain enggan menjadi eksekutor, sehingga bek Jonathan Tah yang menjalani penalti pertamanya justru gagal menuntaskan tugasnya.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan di babak gugur tidak hanya ditentukan kualitas permainan selama 90 menit, tetapi juga kesiapan mental dan strategi ketika pertandingan harus berakhir melalui adu penalti.

Baca Juga :   BRI Super League 2025/26 Resmi Diluncurkan, Sepak Bola Indonesia Masuki Era Baru

Dengan mempertahankan metode yang telah terbukti sukses pada era Gareth Southgate, Thomas Tuchel berharap Inggris memiliki bekal lebih kuat untuk melewati tekanan di fase knockout dan menjaga asa meraih gelar Piala Dunia.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

DFB Digerebek Polisi Usai Jerman Tersingkir dari Piala Dunia, Diduga Terkait Kasus Suap Euro 2024

TERMINALNEWS.ID, FRANKFURT - Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menghadapi tekanan besar,...

Maman Abdurrahman: Mulai 1 Juli 2026 Pengemudi Ojek Online Roda Dua Diperlakukan Sebagai Pengusaha Mikro Transportasi Online

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman...

LeBron James Tinggalkan Lakers? Warriors Jadi Favorit, Berikut Daftar Tim Tujuan Berikutnya

TERMINALNEWS.ID, LOS ANGELES - Masa depan LeBron James kembali menjadi sorotan...

Ferry Juliantono Tekankan Koperasi Beri Ruang Mahasiswa Berwirausaha

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Kampus akan menjadi pelopor dalam penguatan ekonomi kerakyatan...

- A word from our sponsors -

spot_img