TERMINALNEWS.ID, LONDON – Persaingan untuk meraih penghargaan bergengsi Ballon d’Or 2026 semakin memanas setelah berakhirnya musim kompetisi Eropa.
Kesuksesan Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Vitinha membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions membuat nama mereka masuk dalam daftar favorit peraih penghargaan individu paling prestisius di dunia sepak bola tersebut.
Meski demikian, ajang FIFA World Cup 2026 yang akan berlangsung tahun depan diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam perebutan Ballon d’Or. Sejarah menunjukkan bahwa performa gemilang di Piala Dunia sering kali menjadi penentu utama dalam pemungutan suara.
Contohnya, Lionel Messi berhasil memenangkan Ballon d’Or setelah membawa Argentina menjadi juara dunia pada 2022, sementara Luka Modric meraih penghargaan yang sama setelah mengantarkan Kroasia ke final Piala Dunia 2018.
Jika Inggris atau Prancis mampu tampil impresif di Piala Dunia 2026, maka peluang Harry Kane maupun Michael Olise untuk memenangkan Ballon d’Or juga akan semakin terbuka, meskipun keduanya gagal membawa Bayern Munich menjuarai Liga Champions musim ini.

Thomas Muller Lebih Pilih Michael Olise
Legenda Bayern Munich, Thomas Muller, ikut memberikan pandangannya mengenai persaingan Ballon d’Or 2026. Pemain yang menghabiskan 25 tahun kariernya bersama Bayern tersebut menilai Olise memiliki keunggulan dibanding Kane dalam aspek yang sering menjadi pertimbangan pemilih Ballon d’Or.
Muller mengakui Kane merupakan striker terbaik yang ia lihat saat ini, terutama karena ketajamannya di depan gawang dan kontribusinya dalam serangan. Namun, menurutnya, Ballon d’Or tidak hanya menilai efektivitas, tetapi juga unsur kreativitas dan keindahan permainan.
“Harry adalah striker terbaik yang saya lihat saat ini dari segi penyelesaian akhir dan kualitas menyerang. Namun, untuk Ballon d’Or ada unsur artistik yang ikut diperhitungkan,” ujar Muller.
Ia menambahkan bahwa Olise memiliki kemampuan magis dan kreativitas yang sulit dipelajari pemain lain.
“Michael adalah pemain yang tampil konsisten dan mampu membuat perbedaan. Karena itu saya yakin dia akan menjadi sosok yang membentuk dan memimpin tim ini,” tambahnya.
Kane dan Olise Jalani Musim Luar Biasa
Baik Kane maupun Olise menikmati musim yang sangat sukses bersama Bayern Munich. Keduanya membantu klub raksasa Jerman tersebut meraih gelar Bundesliga dan DFB-Pokal.
Kane tampil luar biasa dengan mencetak 61 gol dan menyumbang tujuh assist dalam 51 pertandingan di semua kompetisi. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada final DFB-Pokal saat ia mencetak hattrick dalam kemenangan 3-0 atas Stuttgart. Itu merupakan hattrick ke-31 dalam karier profesionalnya.
Sementara itu, Olise juga menunjukkan performa impresif. Pemain asal Prancis tersebut mencatatkan 22 gol dan 31 assist sepanjang musim 2025/26. Dengan total 53 kontribusi gol dalam 52 pertandingan, Olise menjadi salah satu pemain paling produktif di Eropa.
Nilai Transfer Michael Olise Melonjak
Performa gemilang Olise turut mendongkrak nilai pasarnya secara signifikan. Saat direkrut Bayern Munich dari Crystal Palace pada musim panas 2024, klub Jerman itu dilaporkan mengeluarkan biaya transfer sekitar 60 juta euro.
Dengan kurs sekitar Rp18.900 per euro, nilai transfer tersebut setara dengan kurang lebih Rp1,13 triliun.
Kini, setelah menjalani musim luar biasa bersama Bayern dan menjadi salah satu kandidat Ballon d’Or 2026, nilai pasar Olise diperkirakan terus meningkat dan berpotensi menembus angka yang jauh lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan performa keduanya yang sedang berada di puncak, persaingan antara Harry Kane dan Michael Olise diprediksi akan menjadi salah satu cerita utama menuju Ballon d’Or 2026. Penampilan mereka di Piala Dunia 2026 kemungkinan besar akan menjadi faktor yang menentukan siapa yang akhirnya membawa pulang trofi Bola Emas tersebut.


