TANGERANG,TERMINALNEWS.ID — Kementerian Ekonomi Kreatif bersinergi dengan SMA Islam Al Azhar BSD untuk mendekatkan industri kreatif ke lingkungan pendidikan melalui aktivasi program ECHOES dalam ajang ALSEACE 2026.
Program ECHOES atau Ekraf Creates Harmony on Education Sectors menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkenalkan 17 subsektor ekonomi kreatif sekaligus membangun koneksi antara dunia pendidikan dan ekosistem kreatif nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan kehadiran program ini merupakan upaya untuk membuka akses industri kreatif sejak bangku sekolah.
“Kehadiran kami di ALSEACE 2026 adalah upaya nyata untuk memastikan akses dunia kreatif dimulai sejak bangku sekolah sebagai tempat lahirnya ide dan karya,” ujar Irene dalam kegiatan yang digelar di Summarecon Mall Serpong, Sabtu (25/4/2026).
ALSEACE sendiri merupakan singkatan dari Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment, sebuah festival tahunan yang menggabungkan kompetisi olahraga, seni, dan aksi sosial. Ajang ini dinilai menjadi wadah strategis dalam mengembangkan talenta muda sekaligus memperkuat ekosistem kreatif di kalangan pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, Irene juga melakukan kunjungan ke sejumlah stan UMKM untuk berinteraksi langsung dengan pelaku usaha kreatif muda. Kegiatan ini bertujuan memberikan motivasi sekaligus melihat potensi integrasi produk kreatif lokal dalam event berskala besar yang dikelola oleh pelajar.
Pada tahun ini, ALSEACE mengusung tema Urban Farming Movement dengan melibatkan partisipasi 207 sekolah. Kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua, serta dukungan dari Yayasan Muslim BSD, dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan acara.
Menurut Irene, ajang ini mendorong generasi muda untuk mulai menciptakan karya bernilai global sejak dini tanpa harus menunggu lulus sekolah.
“Kreativitas anak muda melalui ALSEACE membuktikan potensi besar talenta lokal. Jangan hanya melihat pasar nasional, tapi tataplah pasar internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Islam Al Azhar BSD, Moch Mukrim, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kementerian Ekraf dalam menjadikan sekolahnya sebagai pionir program ECHOES.
Ia menilai sinergi ini memberikan arah profesional bagi kreativitas siswa dan menjadikan ALSEACE sebagai inkubator nyata bagi talenta muda.
“Kami berharap SMA Islam Al Azhar BSD melalui program ECHOES terus konsisten melahirkan kreativitas yang menjadi modal besar bagi siswa untuk terjun ke industri kreatif masa depan,” kata Mukrim.
Kementerian Ekraf menyatakan akan terus memperluas jangkauan program ECHOES ke berbagai institusi pendidikan, termasuk dengan menghadirkan dukungan berupa akses pembiayaan serta fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual bagi kreator muda.[*]


