TERMINALNEWS.ID, MIAMI – Lionel Messi telah menghabiskan lebih dari dua dekade bermain di level tertinggi sepak bola dunia.
Kesuksesannya tidak hanya lahir dari kemampuan menggiring bola yang luar biasa atau ketajamannya mencetak gol dari berbagai sudut, tetapi juga dari komitmennya yang konsisten dalam menjaga kondisi fisik.
Karier panjang Messi bersama FC Barcelona, Paris Saint-Germain, hingga Inter Miami CF menjadi bukti bahwa disiplin menjaga tubuh merupakan salah satu faktor utama yang membuatnya tetap kompetitif meski telah memasuki usia 38 tahun.
Banyak pemain mulai mengalami penurunan performa ketika memasuki usia 30-an, namun Messi tetap mampu bersaing di level elite. Selain bakat alami, ada pengorbanan besar yang dilakukan setiap hari untuk mempertahankan performanya.
Bagi seorang atlet profesional, latihan hanyalah separuh dari perjuangan. Pola makan dan proses pemulihan tubuh memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga performa.

Perubahan besar dalam kebiasaan makan Messi terjadi pada tahun 2014 ketika ia bekerja sama dengan ahli gizi asal Italia, Giuliano Poser. Keputusan tersebut terbukti sangat efektif.
Pada musim berikutnya, Messi mencetak 58 gol dan menyumbang 23 assist, sekaligus membantu Barcelona meraih treble winner dengan menjuarai UEFA Champions League, Copa del Rey, dan La Liga.
Sebelum bekerja dengan Poser, Messi disebut memiliki pola makan yang kurang teratur dan bahkan pernah dikritik karena terlalu sering mengonsumsi pizza.
Melalui rekomendasi rekan setimnya di Argentina, Martín Demichelis, Messi mulai menjalani program nutrisi yang lebih ketat. Poser menghilangkan berbagai makanan olahan dari menu harian sang bintang dan mendorongnya untuk mengonsumsi makanan alami.
Menurut Poser, terdapat lima makanan utama yang menjadi fondasi pola makan Messi, yaitu:
- Air putih
- Minyak zaitun berkualitas tinggi
- Biji-bijian utuh (whole grains)
- Buah-buahan segar
- Sayuran segar
Selain itu, kacang-kacangan dan biji-bijian juga menjadi bagian penting dari menu hariannya.
Poser bahkan menyebut gula sebagai musuh utama atlet.
“Gula adalah hal terburuk bagi otot. Semakin jauh seseorang dari gula, semakin baik. Tepung olahan juga menjadi masalah besar saat ini.”
Meski menjalani pola makan ketat, Messi tetap sesekali menikmati makanan favoritnya seperti milanesa panggang (daging berlapis tepung khas Argentina), pasta, cokelat, karamel, dan es krim dalam porsi terbatas.
Rutinitas latihan Messi dirancang untuk mendukung kebutuhan utamanya di lapangan, yakni kecepatan, akselerasi, kelincahan, dan daya ledak.
Alih-alih berfokus membangun massa otot besar, program kebugarannya lebih mengutamakan kekuatan fungsional yang langsung berdampak pada performa pertandingan.
Beberapa latihan yang rutin dilakukan Messi meliputi:
- Pull-up
- Bicep curl
- Sit-up dan latihan otot perut
- Lemparan medicine ball
- Latihan dada menggunakan cable resistance
- Rotasi tubuh dengan medicine ball
- Dumbbell hold dan carry
Menariknya, program latihan Messi tidak banyak melibatkan angkatan beban berat atau latihan kekuatan maksimal. Fokus utamanya adalah meningkatkan daya ledak, stabilitas inti tubuh, dan pergerakan fungsional.
Pendekatan tersebut membantu Messi tetap tajam dan kompetitif meski usianya tidak lagi muda.
Latihan Teknik yang Membuat Messi Sulit Ditandingi
Selain menjaga kondisi fisik di gym dan mengatur pola makan, sesi latihan di lapangan juga menjadi bagian penting dalam perkembangan Messi.
Latihannya lebih banyak menekankan aspek teknis dan simulasi situasi pertandingan dibandingkan latihan taktik.
Mantan gelandang Barcelona yang kini menjadi pelatih Como, Cesc Fàbregas, masih mengingat kesan pertamanya berlatih bersama Messi.
Menurut Fabregas, Messi datang dengan kecepatan yang luar biasa saat menyerang dan membuatnya kesulitan menghentikan pergerakannya sebelum mencetak gol.
Pengalaman serupa juga pernah diungkapkan oleh mantan bek Barcelona, Dani Alves.
Alves menyebut Messi mampu melakukan hal-hal yang seolah tidak masuk akal dengan bola di kakinya. Ia kerap melewati beberapa pemain lawan sekaligus sebelum menyelesaikan peluang dengan sangat efektif.
Sepanjang kariernya, Messi dikenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti bekerja keras. Tidak ada masa jeda yang benar-benar membuatnya mengendurkan latihan.
Kombinasi antara disiplin menjaga pola makan, program kebugaran yang tepat, serta dedikasi tinggi terhadap latihan membuat kapten Argentina national football team itu mampu mempertahankan performa luar biasa selama lebih dari 20 tahun.
Komitmen tanpa henti inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa Lionel Messi dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.


