BerandaEntertainmentPuisi Clift Sangra untuk...

Puisi Clift Sangra untuk Suzzanna: Takut Lupa Suara yang Paling Sederhana

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Di balik gemerlap kembalinya film horor legendaris Indonesia, terselip kisah cinta yang tak lekang oleh waktu. Aktor senior Clift Sangra menuliskan puisi penuh kerinduan untuk mendiang istrinya, Suzzanna, sosok yang dikenal sebagai Ratu Horor Tanah Air.

Clift, yang kini kembali ke layar lebar melalui film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa produksi Soraya Intercine Films, menghadirkan bukan hanya akting, tetapi juga kenangan yang begitu personal.

Dalam puisinya, Clift tidak sekadar mengenang sosok legenda, melainkan seorang perempuan sederhana yang pernah mengisi ruang hidupnya.

“Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu…”

Baca Juga :   Kim Kardashian Buka Suara soal Hubungannya dengan Kanye West: “Kami Akan Selalu Menjadi Keluarga”

Baris demi baris puisi itu mengalir lembut, memotret sisi lain Suzzanna yang jarang terlihat publik hangat, sederhana, dan penuh cinta.

Clift mengaku, yang paling ia takuti bukanlah kesunyian, melainkan kehilangan ingatan akan hal-hal kecil yang justru paling berarti.

“Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut lupa suara tawamu yang paling sederhana.”

Kalimat itu menjadi inti dari puisi yang ia tulis tentang cinta yang tak pernah benar-benar pergi, meski waktu memisahkan raga.

Kisah cinta mereka sendiri telah lama menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia. Keduanya kerap tampil bersama dalam sejumlah film klasik seperti Sangkuriang (1982), Nyi Blorong (1982), hingga Ajian Ratu Laut Kidul (1991), memperkuat citra mereka sebagai pasangan ikonik di layar maupun di kehidupan nyata.

Baca Juga :   Jerit Sunyi Pencipta Lagu: Royalti Tertahan, Keadilan Dipertanyakan

Kini, dalam film terbaru yang juga dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian, Clift justru memainkan karakter yang berseberangan dengan sosok Suzzanna. Sebuah ironi yang justru mempertegas perjalanan panjang karier dan kenangan yang ia bawa.

Melalui puisinya, Clift juga menyampaikan makna cinta yang melampaui waktu.

“Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan.”

Lebih dari sekadar nostalgia, Clift mengajak generasi baru untuk kembali mengenal sosok Suzzanna melalui karya-karyanya yang abadi.

“Suzzanna, karyamu kekal abadi. Rayakan Lebaran di bioskop bersama Bunda Suzzanna.”

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menjadi bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang penghormatan bagi warisan besar sang legenda sebuah pengingat bahwa cinta, seperti karya, dapat hidup jauh melampaui waktu.

Baca Juga :   INUL DARATISTA HADIRKAN VERSI TERBARU “HIDUPKU UNTUK CINTA” SEBAGAI TRIBUTE UNTUK TITIEK PUSPA

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img