LOS ANGELES, TERMINALNEWS.ID – Kim Kardashian akhirnya angkat bicara mengenai hubungannya dengan mantan suaminya, Kanye West, setelah keduanya resmi bercerai.
Dalam wawancara bersama Complex pada Kamis (5/2), Kim mengungkap bagaimana dinamika hubungan mereka kini demi kepentingan anak-anak.
Kim Kardashian dan Kanye West pertama kali bertemu pada 2012, menikah pada 2014, lalu Kim mengajukan gugatan cerai pada 2021. Perceraian mereka resmi diselesaikan pada 2022. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai empat anak: North (12), Saint (10), Chicago (8), dan Psalm (6).
“Kami akan selalu menjadi keluarga,” ujar Kim, yang kini berusia 45 tahun, saat ditanya soal keputusannya mempromosikan sepatu bot Yeezy—merek milik Kanye—dalam sebuah video TikTok pada Januari lalu.

“Kami berdua tahu itu. Semuanya akan baik-baik saja, dan ada begitu banyak cinta untuk keluarga kami. Kami hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anak,” lanjutnya.
Soal sepatu Yeezy yang ia kenakan, Kim mengaku tak bisa menolak desainnya. “Aku tak bisa menyangkal tumit Yeezy, jadi aku harus menyebutkannya,” kata Kim.
Dalam video TikTok tersebut, Kim memperlihatkan gaya busananya saat berlibur ke Aspen. Ia memadukan outfit-nya dengan sepatu bot Yeezy dan memuji desainnya. “Tidak ada yang mengalahkan tumit Yeezy. Aku bahkan tidak tahu apakah sepatu ini pernah dijual ke publik atau dibuat khusus untukku. Aku suka sepatu yang warnanya senada dengan celana,” ujarnya.
Pernyataan terbaru Kim ini muncul setelah ia sebelumnya mengungkap sisi sulit hubungannya dengan Kanye. Dalam episode The Kardashians yang tayang Oktober lalu, Kim mengaku berada di bawah tekanan besar akibat berbagai masalah yang melibatkan sang rapper.
“Aku benar-benar diuji. Sangat diuji,” kata Kim. Ia bahkan mengungkap psoriasis yang sempat kambuh akibat stres. “Aku merasa jauh lebih tertekan, mungkin karena aku harus benar-benar melindungi apa yang harus kulindungi. Anak-anakku kini terlibat.”
Kim menegaskan prioritas utamanya adalah keselamatan dan kesehatan mental anak-anaknya. “Orang dewasa mungkin bisa menghadapinya, tapi anak-anakku tidak. Mereka akan tumbuh besar, mereka akan melihat semuanya. Tugasku sebagai ibu adalah memastikan mereka terlindungi saat hal-hal itu terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, pada Januari lalu, Kanye West sempat menyampaikan permintaan maaf atas perilaku tidak stabil dan pernyataan antisemit yang ia buat sebelumnya. Permintaan maaf tersebut dimuat dalam sebuah surat terbuka berjudul To Those I’ve Hurt yang diterbitkan sebagai iklan satu halaman penuh di The Wall Street Journal. Kanye mengklaim gangguan bipolar menjadi penyebab perilakunya.
Kim sendiri mengakui tekanan dari situasi tersebut berdampak pada kesehatannya. Dalam salah satu episode The Kardashians, ia mengungkap pernah didiagnosis mengalami aneurisma otak, dan dokter menyebut stres sebagai salah satu kemungkinan penyebabnya.
Setelah mengungkap kondisi tersebut, Kim terlihat emosional saat membahas perceraiannya. “Aku senang semuanya sudah berakhir,” katanya. “Mantan suamiku akan selalu ada dalam hidupku, apa pun yang terjadi. Kami punya empat anak bersama.”
Namun, Kim juga mengungkap kekecewaannya. Dalam episode November The Kardashians, ia menyebut Kanye tidak pernah benar-benar menghubungi anak-anak mereka, meski mengaku melakukannya.
“Aku selalu mendorong adanya hubungan, tapi yang sehat,” ujar Kim. Ia mengaku frustrasi karena karakternya sebagai ibu kerap dipertanyakan akibat perilaku Kanye. “Kadang aku ingin meledak, tapi aku tidak bisa. Fokus dan tugasku satu-satunya adalah tetap kuat untuk anak-anakku.”


