BerandaLuar NegeriAncaman di Selat Hormuz,...

Ancaman di Selat Hormuz, Dunia di Tepi Krisis Energi

TIMURTENGAH,TERMINALNEWS.ID -| Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase paling berbahaya. Ancaman terbuka antara Iran dan Amerika Serikat kini tidak lagi sekadar retorika diplomatik, melainkan telah menyentuh jantung kepentingan global: energi.

Pernyataan Donald Trump yang mengancam penghancuran pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam menandai eskalasi yang tajam. Ini bukan hanya tekanan politik, tetapi ultimatum yang berpotensi memicu konflik terbuka.

Di sisi lain, respons Teheran melalui peringatan keras bahwa seluruh infrastruktur energi, teknologi informasi, hingga fasilitas desalinasi milik AS dan sekutunya akan menjadi sasaran, memperlihatkan bahwa Iran tidak berada dalam posisi defensif semata. Ancaman dibalas dengan ancaman dan ruang kompromi kian menyempit.

Baca Juga :   AS Siapkan Operasi Berminggu-minggu di Selat Hormuz, Konflik Kian Memanas

Selat Hormuz sendiri bukan sekadar jalur laut biasa. Ia adalah nadi distribusi energi dunia. Gangguan di titik ini akan berdampak langsung pada harga minyak global, stabilitas ekonomi, hingga keamanan energi banyak negara. Dalam konteks ini, konflik regional berubah menjadi persoalan global.

Rangkaian serangan sejak akhir Februari oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, memperlihatkan pergeseran dari strategi “pencegahan” menuju tekanan yang lebih luas, bahkan hingga wacana perubahan rezim. Ini adalah fase yang jauh lebih berisiko, karena menyentuh kedaulatan dan eksistensi negara.

Serangan balasan Iran ke wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah mempertegas bahwa konflik ini telah bergerak dalam siklus aksi-reaksi yang sulit dihentikan. Setiap langkah militer membuka peluang eskalasi berikutnya.

Baca Juga :   Mark Ruffalo hingga Tilda Swinton Tolak Kerja Sama dengan Perfilman Israel

Dalam situasi seperti ini, diplomasi sering kali tertinggal di belakang dentuman senjata. Padahal, setiap eskalasi di kawasan ini tidak pernah benar-benar lokal. Dampaknya selalu meluas dari harga energi hingga stabilitas geopolitik global.

Dunia kini tidak hanya menyaksikan konflik, tetapi juga menunggu: apakah ini sekadar tekanan untuk negosiasi, atau awal dari krisis yang lebih besar.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img