JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Pelatih Bina Mutiara RMD, Margono, menegaskan tekadnya menjaga konsistensi sekaligus mempertahankan gelar juara pada ajang Liga Jakarta U-17 tahun 2026. Ia menggantikan Aep Berlian, pelatih yang membawa RMD menjuarai Liga Jakarta U-17 2025, dalam rangka rotasi internal tim yang menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan.
Komitmen tersebut disampaikannya di sela-sela proses verifikasi tim dan sesi foto pemain Bina Mutiara RMD, Sabtu (14/2/2026). “Saya ingin menjaga konsistensi RMD di Liga Jakarta U-17 tahun 2026. Fondasi yang sudah dibangun Coach Aep sangat baik, dan tugas saya melanjutkan sekaligus memperkuatnya,” ujar Margono.
Sebagai juara bertahan, RMD tetap memiliki kekuatan utama dengan kembalinya sejumlah pemain kunci musim lalu seperti Haidar Patin, Muhammad Bintang, dan M. Rama Fahmi. Kehadiran mereka menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas performa tim.
Meski membidik gelar juara, Margono menegaskan target jangka pendek yang realistis adalah memastikan tim lolos dari putaran pertama. “Target terdekat tentu lolos putaran pertama dulu. Setelah itu baru kami fokus melangkah sejauh mungkin. Tapi sebagai juara bertahan, tentu kami ingin mempertahankan gelar,” katanya.
Menurut Margono, menangani pemain usia 17 tahun memiliki tantangan tersendiri karena mereka berada dalam fase transisi menuju level profesional. Pada usia tersebut, pemain menghadapi dinamika psikologis yang kompleks dan rentan terhadap distraksi dari luar lapangan.
“Usia 17 itu masa krusial. Mereka sedang puber dan mudah terdistraksi, entah pacaran atau hal-hal lain di luar sepak bola. Padahal di usia inilah potensi mereka harus dimaksimalkan karena setelah ini mereka masuk level profesional,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan yang konsisten menjadi fondasi utama pembinaan pemain muda. Para pemain harus mampu mengatur waktu secara seimbang antara pendidikan dan sepak bola.
“Disiplin itu harus terus-menerus. Mereka harus bisa membedakan waktu belajar dan waktu latihan. Kalau disiplin terjaga, perkembangan mereka akan maksimal,” tegas Margono.
Dalam pendekatan kepelatihan, Margono memastikan tetap meneruskan fondasi metode latihan yang telah diterapkan pelatih sebelumnya. Namun, ia menambahkan pendekatan emosional yang lebih kuat untuk membangun kedekatan dengan para pemain.
“Saya meneruskan sistem yang sudah ada, tapi saya ingin menambahkan pendekatan emosional. Hubungan pelatih dan pemain itu harus seperti bapak dan anak. Dengan begitu, mereka merasa nyaman, percaya, dan lebih mudah berkembang,” jelasnya.
Pelatih yang memiliki pengalaman panjang di level senior itu mengaku kini ingin fokus pada pembinaan usia muda sebagai bentuk kontribusi terhadap regenerasi sepak bola.
“Saya sudah belasan tahun di level senior, sekarang waktunya fokus di pembinaan. Saya ingin menurunkan pengalaman saya sebagai pemain dulu, termasuk saat bermain di Persebaya era Perserikatan dan Assyabab Salim, Grup” katanya.
Margono juga menyadari waktu persiapan menuju kompetisi relatif terbatas. Karena itu, ia berupaya memaksimalkan waktu yang ada untuk memperkuat kerja kolektif tim.
“Sisa waktu yang ada akan kami maksimalkan untuk memantapkan kualitas kerja kolektif tim, baik secara teknik, fisik, maupun pemahaman permainan,” ujarnya.
Pada Liga Jakarta U-17 2026, Bina Mutiara RMD tergabung di Grup Merah bersama PSF, Bina Taruna, Putra Sejati, Tunas Betawi, Maverikcs, Nawasena, dan Farama. Margono menilai persaingan di grup tersebut relatif merata, namun ia tetap optimistis dengan peluang timnya.
“Semua tim punya kualitas. Tapi dengan pengalaman musim lalu dan pemain yang masih bertahan, saya yakin RMD tetap punya peluang besar,” katanya.
Liga Jakarta U-17 2026 akan diikuti 16 tim dan dijadwalkan kick off pada Sabtu (11/4/2026) di Lapangan PSF Pancoran, Jakarta Selatan. Dengan kombinasi pengalaman pemain lama dan pendekatan baru dari pelatih, Bina Mutiara RMD bertekad mempertahankan tradisi juara sekaligus melanjutkan proses pembinaan menuju level yang lebih tinggi.

