AL MANAMAH, TERMINALNEWS.ID – Sirkuit Internasional Sakhir di Bahrain menjadi pusat perhatian jelang musim Formula 1 2026. Dalam tes pramusim yang berlangsung Rabu hingga Jumat, sejumlah tim mulai menunjukkan kekuatannya.
Meski Mercedes mencatatkan waktu tercepat, justru Red Bull yang disebut-sebut paling mengesankan paddock.
Komentator Sky Sports F1, Alex Brundle, mengungkapkan bahwa banyak pembicaraan di paddock bukan soal Mercedes, melainkan performa impresif Red Bull sepanjang tes.
Mercedes Tercepat, Tapi…
Pada hari ketiga tes, Mercedes tampil dominan. Pebalap muda mereka, Kimi Antonelli, mencatatkan waktu terbaik dan finis di depan rekan setimnya, George Russell. Bahkan, duet “Silver Arrows” menjadi satu-satunya pebalap yang mampu menembus catatan waktu di bawah 1 menit 34 detik selama tiga hari pengujian.
Namun, hasil tes belum bisa menjadi patokan mutlak. Setiap tim menjalankan program berbeda, mulai dari beban bahan bakar, jenis kompon ban, hingga simulasi balapan. Dengan satu tes lagi di Bahrain sebelum seri pembuka di Australia, peta kekuatan masih bisa berubah.
Red Bull Disebut Jadi “Benchmark”
Menurut Brundle, performa Red Bull selama tes membuat banyak tim lain mulai waspada.
“Banyak sekali pembicaraan soal Red Bull dan betapa kuatnya mereka dalam beberapa hari tes ini. Mereka benar-benar mengesankan paddock. Banyak suara di paddock mengatakan Red Bull adalah patokan (benchmark) saat ini,” ujar Brundle.
Sebelumnya, dalam tes ‘shakedown’ di Barcelona, Red Bull juga tampil dominan. Max Verstappen dan rekan setim barunya, Isack Hadjar, sempat memuncaki catatan waktu.
Meski di tes Bahrain Verstappen hanya finis ketujuh dan Hadjar di posisi ke-10, terungkap bahwa Verstappen tengah bereksperimen dengan berbagai gaya mengemudi dan pendekatan masuk tikungan. Hal itu dilakukan untuk memahami karakter regulasi power unit baru yang mulai diterapkan pada 2026.
Power Unit Baru Jadi Ancaman
Salah satu faktor yang membuat rival cemas adalah mesin baru Red Bull. Untuk pertama kalinya, tim asal Milton Keynes itu mengembangkan power unit secara in-house melalui Red Bull Powertrains, bekerja sama dengan Ford.
Pebalap Mercedes, George Russell, bahkan mengakui keunggulan Red Bull cukup mencolok.
“Bukan cuma selangkah lebih maju. Selisihnya bisa setengah detik sampai satu detik dalam satu lap dari sisi deployment. Itu cukup menakutkan melihat perbedaannya,” kata Russell kepada BBC Sport.
Russell juga menambahkan bahwa Red Bull selalu mampu menghadirkan mobil kompetitif dalam 15 tahun terakhir, bahkan ketika tidak memiliki mesin terbaik.
“Di Barcelona, hari pertama, mereka langsung melesat dan jauh di depan kami, Ferrari, dan tim lainnya. Tes ini benar-benar membuka mata banyak tim,” tegasnya.
Dengan regulasi baru yang akan mengubah wajah Formula 1 mulai 2026, sinyal awal dari Bahrain menunjukkan satu hal: meski Mercedes mencatat waktu tercepat, Red Bull tetap menjadi ancaman utama menuju Grand Prix Australia.

