BARCELONA, TERMINALNEWS.ID – Red Bull dikabarkan telah menyiapkan pengganti Max Verstappen jika sang juara dunia Formula 1 itu terkena larangan balapan akibat akumulasi poin penalti.
Verstappen, 27 tahun, kini berada di ambang sanksi otomatis setelah insiden sengit dengan George Russell pada Grand Prix Spanyol di Sirkuit de Barcelona-Catalunya.
Dalam tahap akhir balapan, Verstappen terlibat tabrakan dengan pembalap Mercedes itu usai mendapat instruksi untuk membiarkannya lewat.
Akibat insiden tersebut, Verstappen dijatuhi penalti waktu 10 detik yang membuatnya turun dari posisi lima ke posisi sepuluh.

Selain itu, ia juga menerima tambahan tiga poin penalti di superlisensinya, sehingga total kini memiliki 11 poin. Jika mencapai 12 poin, Verstappen akan otomatis mendapat larangan satu balapan.
Dua dari 11 poin penalti Verstappen akan kedaluwarsa pada akhir bulan ini. Namun, ia tetap harus berhati-hati di dua balapan berikutnya: Grand Prix Kanada dan Austria, karena satu pelanggaran lagi bisa membuatnya absen dari satu seri.
Sebagai langkah antisipasi, Red Bull dilaporkan telah menyusun rencana pengganti sementara.
Menurut laporan Daily Mirror, tim yang berbasis di Milton Keynes itu tidak akan memanggil kembali mantan pembalap mereka seperti Daniel Ricciardo atau Sergio Perez.

“Red Bull tidak akan beralih ke mantan pembalap seperti Daniel Ricciardo atau Sergio Perez. Meski ada kabar dari media Australia yang menyebut Ricciardo bisa kembali untuk satu balapan, Red Bull tidak mempertimbangkan opsi tersebut,” tulis laporan tersebut.
Sebaliknya, Red Bull akan memilih pengganti dari jajaran pembalap yang saat ini berada dalam struktur tim mereka.
Nama-nama seperti Liam Lawson dan Isack Hadjar disebut-sebut siap dipanggil jika dibutuhkan.
Selain itu, ada juga nama Arvid Lindblad, pembalap muda yang tengah naik daun. Namun, Lindblad yang baru berusia 17 tahun harus mendapatkan dispensasi khusus dari FIA untuk bisa mendapatkan superlisensi dan turun di F1.

