ROMA, TERMINALNEWS.ID – Seorang wasit asal Italia, Gabriele Caggiari, dilaporkan dijatuhi sanksi larangan bertugas selama dua tahun setelah melontarkan komentar yang sangat tidak pantas kepada seorang pemain dalam pertandingan Serie D antara Pro Sesto dan Club Milano pada November 2024.
Menurut laporan Gazzetta, insiden tersebut terungkap saat gelandang Pro Sesto, Alessandro Sala, meminta kepada pelatihnya untuk digantikan karena merasa tersinggung oleh ucapan sang wasit.
Saat sudah duduk di bangku cadangan, Sala kemudian dikeluarkan oleh Caggiari dan dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak empat pertandingan—meski hukuman itu akhirnya ditangguhkan.
Pro Sesto langsung melaporkan insiden tersebut kepada otoritas terkait, menyatakan keberatan atas “ucapan tidak pantas dan tidak menghormati” dari wasit.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Caggiari bahkan sempat mengucapkan harapan agar Sala terkena kanker saat berdebat di lapangan.

Menanggapi insiden tersebut, Alessandro Sala mengunggah foto sang ibu yang pernah berjuang melawan kanker ke media sosial. Ia menulis:
“Saya pikir hidup ini penuh dengan emosi dan momen penting, tapi juga penuh ujian. Saya hanya ingin menunjukkan senyuman di wajah seorang perempuan kuat yang pernah melawan penyakit—seorang ibu yang selalu berjuang demi melihat anak-anaknya tersenyum.
“Sesuatu yang sangat buruk terjadi dalam pertandingan terakhir saya. Sebelum mengucapkan hal-hal tertentu, kita harus berpikir dan memahami betapa berat dampak dari kata-kata tersebut, terlebih jika Anda adalah sosok yang seharusnya menjunjung tinggi rasa hormat dan menegakkan aturan di lapangan.”
Setelah penyelidikan dilakukan oleh jaksa federal, Pengadilan Federal Nasional akhirnya menjatuhkan sanksi dua tahun kepada Caggiari.
Menurut laporan L’Unione Sarda, ini bukan kali pertama Gabriele Caggiari terlibat dalam insiden serupa.

Dalam pertandingan Coppa Italia Serie D antara Atletico Uri dan Latte Dolce, kapten Atletico Uri, Alessio Fadda, dan pelatih Massimiliano Paba juga sempat mempertanyakan sejumlah keputusan kontroversial dari Caggiari.
Pelatih Paba bahkan menyebut bahwa wasit tersebut melontarkan kata-kata kasar dan hinaan terhadap pemain dan staf.
“Ucapan kasar dan hinaan yang tidak dapat diterima keluar dari seseorang yang seharusnya menjadi teladan dan penjaga rasa hormat,” ujar Paba.
“Sayang sekali. Kedua tim bermain terbuka. Saya sudah merasakan sejak babak pertama bahwa wasit ini tidak terbuka untuk berdialog. Di babak kedua, sesuatu terjadi yang sangat jauh dari nilai-nilai sepak bola yang kami junjung.”


