JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menjelang bergulirnya Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17 musim 2026, kabar menggembirakan datang bagi para talenta muda ibu kota.
Sebanyak 14 pemain terbaik dari dua kelompok usia tersebut dipastikan akan mendapatkan beasiswa pembinaan dengan nilai fantastis.
Kabar ini mencuat usai workshop Liga Jakarta U-17 yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026, di markas Kandang Ayam.
Penggagas kompetisi Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17, Yoseph Erwiyantoro mengatakan kompetisi tersebut menjadi angin segar bagi klub-klub peserta kompetisi usia muda tersebut.
Total 14 Pemain Terbaik Terima Beasiswa
Program beasiswa ini diakui mBah Coco akan diberikan kepada masing-masing tujuh pemain terbaik dari kategori U-15 dan U-17. Para pemain terpilih merupakan hasil seleksi ketat sepanjang kompetisi yang berlangsung sekitar 6,5 bulan.

“Hadiahnya, sangat spetakuler. Yaitu, ada 7 pemain dan anggota pemain dari 16 klub peserta U-15, dan 7 pemain terbaik U-17, dari berbagai posisi, serta pemain ber-atitut atau berahklak baik, dari pilihan 2 tim telent, Tias Tano Taufik dan Maman Suryaman, sepanjang berlaga di kompetisi 6.5 bulan ke depan, dipastikan dapat bea siswa,” ungkap Erwiyantoro yang akrab disapa mBah Coco ini.
Adapun kriteria penerima beasiswa meliputi:
-
Pencetak gol terbanyak
-
Runner-up pencetak gol terbanyak
-
Pemain terbaik
-
Runner-up pemain terbaik
-
Kiper terbaik
-
Runner-up kiper terbaik
-
Pemain dengan akhlak dan sikap terbaik (pilihan Komisi Wasit)
“Dengan demikian, setiap kelompok umur akan memiliki tujuh pemain terbaik yang berhak atas program pembinaan lanjutan tersebut,” jelas mBah Coco.
Berpeluang Dikirim ke Liga Profesional
Menariknya, masih kata mBah Coco para penerima beasiswa ini diproyeksikan untuk mendapatkan kesempatan berkarier di kompetisi profesional, yakni BRI Liga 1 Indonesia dan Pegadaian Liga 2 musim 2026-2027.
“Nilai beasiswa yang diberikan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp70 juta per pemain untuk durasi pembinaan sekitar tujuh hingga sembilan bulan. Jika dihitung secara keseluruhan, total dana yang digelontorkan untuk 14 pemain terbaik ini diperkirakan mencapai Rp240 juta hingga Rp540 juta,” urai mBah Coco.
Sosok di Balik Program Beasiswa
Program beasiswa ini dijelaskan oleh mBah Coco digagas oleh Zuchli Imran Putra, tokoh sepak bola asal Padang yang juga pendiri Diklat ISA Academy di kawasan Cibubur.
“Ia memiliki komitmen kuat dalam mendorong pembinaan usia muda agar mampu menembus level profesional,” tutur mBah Coco.
Sementara itu, Zuchli Imran Putra yang mendampingi mBah Coco mengakui bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak pemain.
“Karena itu, aspek sikap dan sportivitas menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian,” tandas Zuchli Imran Putra.
Komitmen Pengembangan Talenta Muda
Liga Jakarta U-17 sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pembinaan youth development yang diinisiasi RADIO BOLA KOAIDI dan Terminalnews.co (terminalnews dotko).
Memasuki 2026, operator kompetisi tersebut kembali mendapat tantangan baru dengan menggelar Liga Soeratin Jakarta U-15 sebagai ajang pembinaan lanjutan.
Diharapkan, kompetisi ini mampu menjadi wadah lahirnya pesepak bola profesional masa depan.
Bukan tidak mungkin, dari ajang ini akan muncul pemain-pemain yang kelak memperkuat Timnas Indonesia dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.


