BerandaSportSoccerDari Angka 13 ke...

Dari Angka 13 ke Asa Pembinaan: Beasiswa Ratusan Juta untuk Pemain Muda Jakarta

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Angka 13 kerap diasosiasikan dengan kesialan. Namun pada Jumat, 13 Februari 2026, narasi itu berubah di markas Kandang Ayam. Seusai workshop kompetisi, pengumuman penting disampaikan: 14 pemain terbaik dari dua ajang usia muda Jakarta akan menerima beasiswa pembinaan dengan nilai total ratusan juta rupiah.

Program ini menyasar tujuh pemain terbaik dari Liga Soeratin Jakarta U-15 dan tujuh pemain terbaik dari Liga Jakarta U-17. Masing-masing pemain akan memperoleh beasiswa senilai Rp20 juta hingga Rp70 juta untuk periode pembinaan selama tujuh sampai sembilan bulan. Secara akumulatif, dana yang digelontorkan berada di kisaran Rp240 juta hingga Rp540 juta.

Di level pembinaan, angka tersebut tergolong signifikan.

Baca Juga :   Tottenham vs Arsenal: Derby London Utara Krusial, Igor Tudor Ditantang Selamatkan Spurs dari Zona Degradasi

Parameter Terukur, Bukan Seremoni

Beasiswa diberikan berdasarkan kriteria yang terukur. Penghargaan akan diberikan kepada pencetak gol terbanyak dan runner-up, pemain terbaik dan runner-up, kiper terbaik dan runner-up, serta satu pemain dengan akhlak dan sikap terbaik yang dipilih Komisi Wasit.

Skema ini menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya menilai produktivitas dan performa teknis, tetapi juga karakter. Dalam pembinaan jangka panjang, aspek mental dan etika dinilai sama pentingnya dengan kemampuan bermain.

Sepak bola usia muda kerap terjebak pada euforia kemenangan sesaat. Program ini mencoba memperluas perspektif: prestasi dan kepribadian berjalan beriringan.

IMG 20260214 WA0024
Zuchli Imran Putra,Pendiri Diklat ISA Academy

Inisiatif Pembinaan

Program beasiswa ini diinisiasi oleh Zuchli Imran Putra, pendiri Diklat ISA Academy di Cibubur. Ia menilai, banyak talenta muda terhambat bukan karena kekurangan kemampuan, melainkan keterbatasan akses dan pembiayaan.

Baca Juga :   Denzel Dumfries Masuk Radar Masuk Radar Liverpool

Beasiswa tersebut diharapkan menjadi jembatan menuju jenjang yang lebih tinggi, termasuk peluang menembus kompetisi profesional seperti BRI Liga 1 dan Liga Pegadaian Liga 2 musim 2026–2027.

Dengan dukungan finansial yang lebih terstruktur, pemain muda memiliki ruang untuk fokus pada peningkatan kualitas tanpa terbebani persoalan biaya latihan dan pengembangan.

Dua Kompetisi, Satu Arah

Liga Jakarta U-17 dan Liga Soeratin Jakarta U-15 kini berjalan berdampingan dengan misi serupa: memperkuat fondasi pembinaan sepak bola ibu kota.

Selama sekitar 6,5 bulan ke depan, kedua kompetisi tersebut akan menjadi arena seleksi yang ketat. Konsistensi, disiplin, dan ketahanan mental akan menjadi faktor penentu.

Program beasiswa ini menegaskan bahwa pembinaan usia muda tidak lagi sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih profesional.

Baca Juga :   SSB Saswco Bandung Juara Baru Kejurnas Piala Bergilir KONI 2025 U-12 Lewat Adu Penalti Dramatis

Jumat, 13 Februari 2026, akhirnya tercatat bukan sebagai hari yang dihindari. Melainkan momentum ketika pembinaan sepak bola usia muda Jakarta mencoba melangkah lebih terarah dengan sistem, dengan komitmen, dan dengan harapan jangka panjang.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -