LONDON, TERMINALNEWS.ID – Tottenham Hotspur menghadapi laga hidup-mati saat menjamu rival sekota Arsenal dalam derby London Utara, Minggu mendatang.
The Lilywhites sadar mereka harus segera meraih poin dan kemenangan jika ingin menjauh dari ancaman degradasi Premier League musim ini.
Laga ini bahkan terasa lebih besar dari biasanya. Spurs kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara, sangat dekat dengan zona merah.
Di sisi lain, Arsenal juga dalam tekanan setelah kehilangan dua poin saat bermain imbang melawan Wolverhampton Wanderers (Wolves), tim juru kunci yang kini baru mengoleksi 10 poin.

Kedua tim sama-sama memburu tiga poin. Bagi pelatih interim anyar Tottenham, Igor Tudor, pertandingan ini bisa menjadi momen pembuktian. Jika mampu mempersembahkan kemenangan di laga debutnya sekaligus merusak ambisi juara Arsenal, Tudor berpeluang menjadi pahlawan instan di mata para pendukung Spurs.
Selain menanti hasil undian fase gugur Liga Champions, fokus utama Tottenham kini adalah memperbaiki posisi di klasemen liga.
Spurs hanya meraih dua kemenangan dari 17 pertandingan terakhir di Premier League, dan ironisnya belum satu pun kemenangan diraih sepanjang 2026. Setelah menghadapi Arsenal, Tottenham akan menjalani laga tandang ke markas Fulham dan Liverpool pada Maret, serta menjamu Crystal Palace dan Nottingham Forest di kandang.
Memasuki April, mereka dijadwalkan bertandang ke Sunderland dan Wolves, dengan laga kandang kontra Brighton di antaranya. Pada Mei, Spurs akan menghadapi Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan menutup musim melawan Everton.

Berdasarkan pembaruan prediksi dari Opta setelah hasil imbang Arsenal kontra Wolves, Tottenham diperkirakan tetap bertahan di Premier League di bawah kepemimpinan Tudor.
Kabar baiknya, Spurs diprediksi selamat dari degradasi. Namun, mereka hanya diproyeksikan finis di peringkat ke-16—naik satu tingkat dibandingkan posisi musim lalu saat masih ditangani Ange Postecoglou.
Artinya, Tottenham diprediksi finis di atas Nottingham Forest dan West Ham United yang diramalkan terdegradasi. Namun, mereka tetap berada di bawah Leeds United, Crystal Palace, dan Brighton & Hove Albion dalam klasemen akhir musim.
Meski begitu, segalanya masih bisa berubah. Tudor memiliki rekam jejak impresif dalam mendongkrak performa tim di paruh akhir musim. Pada periode Maret hingga akhir musim 2023-24 dan 2024-25, ia mampu mengoleksi 18 poin dari maksimal 27 poin saat menangani Lazio dan Juventus.
Jika tren positif itu kembali terulang di Tottenham, bukan tidak mungkin Spurs bisa menjauh lebih aman dari zona degradasi—bahkan memperbaiki posisi lebih tinggi dari prediksi saat ini.

