LIVERPOOL, TERMINALNEWS.ID – Jurgen Klopp dikenal sebagai sosok yang sangat dicintai pendukung Liverpool. Ketika datang dari Borussia Dortmund pada 2015, The Reds tengah dalam kondisi berantakan. Sembilan tahun kemudian, ia meninggalkan Anfield dengan warisan satu trofi Liga Champions dan gelar Liga Inggris pertama sejak era Premier League dimulai pada 1992.
Namun perjalanan Klopp tidak selalu mulus. Sikap tegas dan mentalitas “menang dengan cara apa pun” membuat beberapa pemain pernah bersitegang dengannya. Nuri Sahin merasakannya saat di Dortmund, dan sejumlah pemain Liverpool kemudian mengalami hal serupa.
Enam pemain Liverpool yang pernah terlibat konflik dengan Jurgen Klopp:
1. Mamadou Sakho

Mamadou Sakho yang direkrut era Brendan Rodgers dikenal berkepribadian santai dan mudah bergaul. Namun, bagi Klopp yang sangat disiplin soal waktu, tingkah Sakho menjadi masalah. Bek asal Prancis itu beberapa kali terlambat mengikuti rapat dan sesi latihan.
Puncaknya, Sakho dipulangkan dari tur pramusim di Amerika Serikat pada 2016.
“Dia terlambat naik pesawat, terlambat latihan, dan terlambat saat makan,” ujar Klopp.
Setelah insiden itu, Sakho tak pernah lagi bermain untuk tim utama dan menghabiskan paruh musim 2016/17 di tim cadangan sebelum dilepas ke Crystal Palace dengan mahar £17 juta.
2. Mohamed Salah

Meski menjadi legenda klub dan mesin gol Liverpool, Mohamed Salah juga pernah bersitegang dengan Klopp. Momen panas terjadi pada 2024 ketika Salah tidak senang hanya menjadi pemain pengganti saat melawan West Ham United.
Saat masuk dari bangku cadangan, Salah terlihat memprotes Klopp di pinggir lapangan. Klopp kemudian menegaskan seusai pertandingan bahwa masalah itu sudah dibahas tuntas di ruang ganti dan tak perlu dibesar-besarkan.
3. Lazar Markovic

Saat Klopp datang, Lazar Markovic sedang dipinjamkan ke Fenerbahce. Sepulangnya ke Anfield, jelas bahwa pemain asal Serbia itu tidak masuk rencana. Ia justru menjalani tiga masa peminjaman ke Sporting CP, Hull City, dan Anderlecht sebelum dilepas permanen ke Fulham pada 2019.
Saat dipinjamkan ke Anderlecht, Markovic mengkritik Klopp.
“Saya ingin menunjukkan bahwa mereka tidak bisa memperlakukan saya seperti itu,” katanya kepada media Serbia.
Namun performanya tak pernah benar-benar kembali dan kini ia berkarier di Liga Siprus.
4. Mario Balotelli

Mario Balotelli dikenal berbakat sekaligus penuh kontroversi. Di bawah Klopp, ia tidak pernah masuk daftar prioritas striker Liverpool. Balotelli bahkan tidak dibawa dalam tur pramusim 2016 di Amerika Serikat.
Pemain Italia itu akhirnya pindah ke OGC Nice dan kemudian mengungkapkan bahwa ia hanya sekali berbicara dengan Klopp selama satu setengah bulan di klub.
“Klopp tidak mengenal saya dan saya tidak mengenalnya,” kata Balotelli setelah hengkang.
Statistik unik: dari 70 pertandingan Premier League bersama Liverpool dan Manchester City, Balotelli hanya mencatat 1 assist, yaitu umpan untuk gol penentu gelar Sergio Aguero ke gawang QPR musim 2011/12.
5. Xherdan Shaqiri

Setelah Liverpool kalah 1-2 dari Chelsea di Carabao Cup 2018, Klopp memarahi Xherdan Shaqiri di lapangan. Penyebabnya adalah insiden tendangan bebas pada menit akhir.
Salah berada dalam posisi bebas di sisi kanan, tetapi Shaqiri memilih menembak langsung. Klopp mengaku kecewa dengan keputusan tersebut.
“Mo berdiri bebas, dan itu bisa menjadi peluang satu lawan satu. Saya hanya menegurnya soal tendangan bebas, tidak ada yang lain,” ujar Klopp.
6. Jordon Ibe

Jordon Ibe sempat digadang-gadang sebagai penerus Raheem Sterling. Namun, waktu bermain yang minim membuat hubungannya dengan Klopp memburuk. Ketika isu konflik mencuat, Klopp membantahnya, tetapi Ibe tetap tidak berkembang di bawah asuhan sang manajer.
Pada 2016, Ibe dijual ke Bournemouth seharga £15 juta. Menariknya, ia memuji Brendan Rodgers—bukan Klopp—saat memperkenalkan diri sebagai pemain baru Bournemouth.
“Mereka memainkan gaya seperti Brendan Rodgers, itu yang saya suka,” ujar Ibe.
Meski dicintai dan sangat dihormati, Jurgen Klopp bukan tanpa kontroversi. Karakternya yang tegas, disiplin, dan perfeksionis membuat sejumlah pemain tersisih atau bahkan berselisih dengannya. Namun kepribadian inilah yang turut membawa Liverpool kembali ke puncak sepak bola Eropa dan Inggris.

