Verstappen Start dari Pole, Norris P2
Verstappen sempat memberikan tekanan besar dengan merebut pole position pada sesi kualifikasi. Namun Norris yang start dari posisi kedua berada pada situasi aman—selama ia bisa mempertahankan posisi tersebut hingga garis finis.
Piastri mengawali lomba dari posisi ketiga, tetapi peluangnya menjadi juara dunia sangat kecil. Pebalap Australia itu harus berharap Norris dan Verstappen sama-sama mengalami hasil buruk, sekaligus dirinya wajib finis minimal posisi kedua.
Piastri Overtake Norris di Awal Lomba
Sesaat setelah lampu hijau menyala, Piastri memanfaatkan ban hard yang dipakainya untuk menyalip Norris dan naik ke P2. Manuver tersebut rupanya merupakan bagian dari strategi tim McLaren, sebagaimana dikonfirmasi CEO McLaren, Zak Brown.
Menurut Brown, Piastri memang diberi tugas untuk menekan Verstappen di depan, sementara Norris menjalankan balapan aman untuk menjaga peluang gelar.
Di sisi lain, Charles Leclerc (Ferrari) juga ikut memberi tekanan pada Norris saat mencoba merebut posisi ketiga di awal lomba.
Insiden dengan Yuki Tsunoda Disorot Steward
Norris melakukan pit stop lebih awal pada lap ke-17. Meski prosesnya mulus, ia keluar pit di tengah lalu lintas sehingga sempat terhambat dalam usaha merebut kembali P3.

Pada lap ke-23, terjadi insiden saat Norris melewati Yuki Tsunoda (RB). Semua roda mobil Norris keluar lintasan, tetapi steward memutuskan tidak ada pelanggaran. Sebaliknya, Tsunoda justru menerima penalti lima detik karena dinilai melakukan gerakan menghalangi lebih dari satu arah.
Keputusan itu membuat peluang Norris tetap terjaga.
Pit stop kedua Norris pada lap ke-41 kembali dieksekusi sempurna. Kerja sama Norris dan Piastri memastikan pebalap Inggris itu kembali ke posisi ketiga—posisi krusial untuk mengamankan gelar.
Satu-satunya kesempatan Verstappen mempertahankan gelar juara dunia untuk kelima kalinya adalah jika Leclerc (P4) berhasil menyalip Norris di penghujung balapan. Namun itu tidak terjadi.
Verstappen memang memenangi balapan, Piastri finis kedua, tetapi Lando Norris-lah yang meraih mahkota tertinggi: Juara Dunia F1 2025 untuk pertama kalinya dalam kariernya.


