TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Komunitas warga Maluku Utara di Jakarta terus berkembang dengan hadirnya berbagai organisasi dan paguyuban baru.
Di tengah pengukuhan Himpunan Keluarga Besar Maluku Utara (HIKMU) serta lahirnya DIASPORA Malut, kini para legenda Persiter Ternate membentuk Basudara Football Academy (BFA) Jakarta, sebuah wadah yang berfokus pada pembinaan sepak bola usia dini.
BFA Jakarta digagas oleh Tommy R. Arief, mantan Direktur Media PSSI, bersama sejumlah mantan pemain dan legenda Persiter Ternate yang kini menetap di wilayah Jabodetabek.

Berbeda dengan komunitas lainnya, BFA Jakarta secara khusus menitikberatkan kegiatannya pada pembinaan pesepak bola muda.
Program akademi ini menyasar kelompok usia U-10, U-12, U-14, hingga U-16, dengan tujuan mencetak talenta-talenta sepak bola asal Maluku Utara yang berprestasi.
“Ini panggilan hati. Kami para mantan pemain Persiter rindu melihat bibit-bibit dari Maluku pada umumnya, Malut khususnya bisa bersinar lagi. Jakarta ini tempatnya anak-anak Malut merantau dan sekolah. Jadi torang bikin wadah untuk mereka,” ujar Tommy R. Arief saat ditemui, Selasa (29/7/2026).
Mengusung slogan “Main Bola, Jaga Persaudaraan”, BFA Jakarta telah menyiapkan tiga program utama. Pertama, menggelar latihan rutin dan coaching clinic gratis setiap pekan bagi anak-anak Maluku Utara yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
Kedua, membentuk tim BFA untuk mengikuti berbagai turnamen sepak bola usia muda di wilayah Jabodetabek. Ketiga, melaksanakan kegiatan sosial dan aksi kemanusiaan bagi warga Maluku Utara yang membutuhkan.
Tommy menegaskan kehadiran BFA bukan untuk bersaing dengan organisasi yang telah lebih dulu berdiri, melainkan menjadi pelengkap dalam membangun solidaritas masyarakat Maluku Utara di perantauan.
“HIKMU adalah rumah besar, DIASPORA menjadi jaringan, sedangkan BFA adalah wadah pembinaan sepak bola. Semuanya saling melengkapi demi mengharumkan nama Maluku Utara,” katanya.
Salah seorang legenda Persiter, Ahmad Sambiring yang turut bergabung menilai banyak potensi pemain muda asal Maluku Utara yang kini berada di Jakarta belum mendapatkan pembinaan yang memadai.
“Lewat BFA ini kami ingin mengembalikan kejayaan sepak bola Maluku Utara. Dimulai dari pembinaan usia dini, dari Jakarta, untuk Maluku Utara,” ujarnya.
Latihan perdana BFA Jakarta dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 di salah satu lapangan di kawasan Jakarta Timur. Pendaftaran akan dibuka bagi anak-anak usia U-10 hingga U-16 yang berasal dari keluarga Maluku Utara atau memiliki ikatan dengan daerah tersebut.
Basudara Football Academy Jakarta didirikan sebagai komunitas pembinaan sepak bola yang digagas para mantan pemain dan legenda Persiter Ternate. Akademi ini berkomitmen mencetak pemain muda berbakat asal Maluku Utara yang tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan atau basudara.

