BerandaNewsNasionalPlago 45+ Turut Kampanye...

Plago 45+ Turut Kampanye Global 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pemerintah Indonesia bersama Delegasi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya menggelar kegiatan gowes pada Sabtu (6/12) pukul 06.00 WIB sebagai bagian dari kampanye 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence untuk menghentikan kekerasan berbasis gender.

Komunitas sepeda Planet Gowes 45 Plus (Plago 45+) turut ambil bagian dalam aksi tersebut. Sebanyak sekitar 20 pesepeda dari Tanjung Priok ikut mengayuh sepeda dari titik start Monas menuju One Satrio, Kuningan, Jakarta, untuk menyuarakan penghentian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami peduli karena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin masif. Banyak pelaku justru berasal dari kalangan berpendidikan,” ungkap Bramandaru, anggota Plago 45+ yang juga seorang advokat.

Baca Juga :   Wakil Gubernur DKI Jakarta Tutup Jakarta Drum Corps International 2025 di Jakarta International Velodrome

Ia mencontohkan kasus seorang dosen di Semarang yang tewas dibunuh oleh oknum polisi berpangkat perwira menengah.

“Dan saya kira masih banyak kasus serupa di mana perempuan dan anak selalu menjadi korban,” lanjutnya.

IMG 20251208 WA00661
Komunitas Sepeda Plago 45+ Dukung Kampanye Stop Kekerasan Berbasis Gender.

Sementara itu, Ketua Plago 45+, Bayu Mustika, menambahkan bahwa komunitasnya sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Kemenko PMK RI bersama Delegasi Uni Eropa. Menurutnya, kegiatan ini mengangkat dua isu penting sekaligus: kekerasan berbasis gender serta isu lingkungan.

“Dengan bersepeda, kami mengirim pesan bahwa kami melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi. Bersepeda tidak menggunakan bahan bakar dan dapat mengurangi polusi,” kata Bayu.

Ditempat terpisah, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender kini juga merambah ruang digital.

Baca Juga :   Menkop Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan KDKMP Dekai di Yahukimo

“Kekerasan tidak lagi hanya terjadi di ruang publik, tetapi telah masuk ke ruang digital yang seharusnya menjadi ruang pembelajaran,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa perundungan, ancaman, pelecehan seksual, eksploitasi, hingga perdagangan manusia secara daring kini banyak menyasar perempuan dan anak.

IMG 20251208 WA0065
Perwakilan Pemerintah Indonesia dan Delegasi Uni Eropa Serta Lembaga Non Pemerintah Photo Bersama

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Denis Chaibi menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi Indonesia–Uni Eropa dalam kampanye ini.

“Setiap pesepeda mewakili komitmen untuk bertindak, menumbuhkan rasa hormat, memastikan ekosistem digital yang aman, serta mendengarkan aspirasi perempuan baik secara online maupun offline,” jelasnya.

Kampanye gowes anti kekerasan berbasis gender ini diikuti lebih dari 300 pesepeda, menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari Monas menuju One Satrio Kuningan, Jakarta.

Baca Juga :   Ketua Badan Wakaf Indonesia Kamaruddin Amin, Aset Wakaf yang Tercatat di BWI Bertambah Setiap Tahun

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Analisis Tiga Kunci: Mengukur Kesiapan Aceh, Papua dan Maluku Lewat Kesejahteraan, Stabilitas dan Tata Kelola

OLEH: Tommy R. Arief WACANA tentang ketimpangan pembangunan di wilayah timur dan...

Joseph Erwiyantoro Soal Shin Tae-yong Menilai Indonesia Tak Pernah Kekurangan Pemain Sepakbola Berbakat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menilai Indonesia...

Patrick Vieira Akui Steven Gerrard Lebih Hebat dari Dirinya

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Mantan gelandang Arsenal, Patrick Vieira, secara terbuka mengakui...

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Teladani Kepemimpinan Empat Paus

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi...

- A word from our sponsors -