JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) terus memperkuat langkah transformasi digital di bidang kekayaan intelektual melalui kerja sama strategis dengan World Intellectual Property Organization (WIPO). Kolaborasi ini kembali ditegaskan dalam kegiatan bertajuk “DGIP Trademark Workflow Optimization Project – 2nd Mission” yang digelar di Gedung DJKI, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memfinalisasi laporan optimalisasi alur kerja merek (trademark workflow optimization), menilai efektivitas dukungan Industrial Property Administration System (IPAS), serta merumuskan rekomendasi peningkatan sistem digital DJKI agar selaras dengan standar global WIPO.
Dua perwakilan WIPO, Juneho Jang (Senior Regional Manager, IPOBSD WIPO) dan Jesus Antonio Z. Ros (WIPO Expert sekaligus Director IV, Bureau of Trademarks, IPOPHL), memimpin rangkaian asesmen, konsultasi, dan diskusi bersama para pejabat serta tim teknis DJKI.
“Pimpinan DJKI memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan teknis, termasuk opsi untuk mengoptimalkan sistem layanan kekayaan intelektual agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan saat ini,” ujar Jesus Antonio Z. Ros.
Dalam sesi diskusi lintas divisi, tim WIPO menyoroti pentingnya penyelarasan proses penerimaan, pembayaran, dan pelaporan agar data semakin akurat dan terintegrasi. WIPO juga mengapresiasi Divisi Publikasi dan Sertifikat DJKI yang berhasil menjaga kinerja tanpa backlog publikasi serta tetap konsisten menerbitkan data merek terdaftar, diperpanjang, dan dialihkan — bahkan di luar kewajiban regulasi.

Selain apresiasi, WIPO turut memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat layanan publik DJKI, antara lain:
1.Otomatisasi sistem pengingat batas waktu,
2. Peningkatan produktivitas pemeriksa merek,
3. Penguatan pelatihan dan kapasitas sumber daya manusia, serta
4. Penyempurnaan tata kerja berbasis digital agar lebih efisien dan transparan.
Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi adalah migrasi data antara IPAS dan sistem DJKI yang masih terkendala format file berbeda. Untuk itu, kedua pihak akan memperkuat koordinasi dengan Madrid Online Filing System serta Unit Madrid DJKI guna memastikan integrasi sistem internasional berjalan optimal.
Menutup kegiatan, Sekretaris DJKI Andrieansjah menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan WIPO yang konsisten.
“Transformasi digital bukan hanya soal pembaruan perangkat lunak, tetapi juga pembenahan sistem kerja dan peningkatan kapasitas SDM. Tujuannya jelas — menciptakan pelayanan publik KI yang cepat, akurat, dan transparan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, DJKI menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi WIPO dan memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring global kekayaan intelektual. Optimalisasi sistem administrasi merek menjadi langkah nyata menuju layanan publik KI yang modern, terintegrasi, dan berstandar internasional.|Foto : Istimewa

