JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Pegolf Thailand, Suteepat Prateeptienchai, tampil impresif pada putaran pertama Jakarta International Championship (JAKIC) 2025 yang berlangsung di Damai Indah Golf – Pantai Indah Kapuk (PIK) Golf Course, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Pemain berusia 32 tahun itu berhasil memimpin klasemen sementara dengan torehan skor 63 atau tujuh di bawah par, unggul tipis satu pukulan dari tiga pesaing terdekatnya.
Suteepat memulai laga dengan konsentrasi penuh meski pertandingan sempat terganggu akibat hujan deras dan kondisi cuaca buruk yang menghentikan jalannya turnamen selama kurang lebih dua jam pada pukul 08.20 WIB.
Namun, jeda pertandingan tersebut sama sekali tidak memengaruhi fokus dan performanya di lapangan.
Pegolf asal Thailand itu membuka permainan dari hole 10. Pada sembilan hole pertama, ia hanya mencatatkan skor dua di bawah par.
Namun, memasuki sembilan hole berikutnya, ia berhasil menambah lima birdie yang menempatkannya di posisi teratas leaderboard.
“(Saya) bermain cukup baik hari ini. Semuanya berjalan dengan sempurna. Saya berhasil memasukkan banyak putt dari jarak yang tidak terlalu jauh. Putt terpanjang yang masuk hanya sekitar 6,5 meter,” ujar Suteepat selepas pertandingan.
Penampilan impresif ini tidak lepas dari modal kepercayaan diri setelah kemenangannya pada ajang Indonesia Open akhir Agustus lalu.
Kemenangan tersebut membuat Suteepat semakin percaya diri menghadapi turnamen-turnamen berikutnya, termasuk JAKIC 2025 yang menjadi debut penyelenggaraan International Series di Indonesia.
“Setelah kemenangan saya pada Agustus, saya menjadi jauh lebih percaya diri. Itu adalah kemenangan besar bagi saya, dan saya merasa lebih rileks. Saya hanya mengikuti game plan yang sudah disiapkan. Kedi saya bahkan mengatakan saya bisa memimpin di sini karena lapangan ini cocok untuk saya. Fairway-nya tidak terlalu sempit, tetapi green cukup keras. Jika bola tidak berada di fairway, Anda tidak bisa mengontrol putaran bola,” jelasnya.
Meski memimpin klasemen, posisi Suteepat belum sepenuhnya aman. Tiga pegolf, yakni Roberto Lebrija (Meksiko), Chang Wei-lun (Taiwan), dan Wade Ormsby (Australia), menguntit di posisi kedua dengan skor 64 atau enam di bawah par.
Selain itu, rekan senegaranya, Pavit Tangkamolprasert, juga berpotensi menggeser posisi Suteepat.
Pavit, yang tampil pada sesi siang, mencatat skor enam di bawah par dan masih menyisakan dua hole ketika permainan harus dihentikan karena kondisi gelap.
Dengan peluang menambah birdie di sisa hole, Pavit bisa saja menutup putaran pertama dengan skor yang sama atau bahkan lebih baik dari Suteepat.
Akibat terhentinya permainan sore hari, sebanyak 54 pegolf belum menyelesaikan putaran pertama mereka.
Mereka dijadwalkan melanjutkan permainan pada Jumat (3/10) pagi sebelum memulai putaran kedua. Situasi ini menambah ketidakpastian hasil akhir putaran pertama, mengingat beberapa pegolf masih berpeluang memperbaiki catatan skor mereka.
Dari 11 wakil Indonesia yang tampil di JAKIC 2025, tiga pegolf mencatatkan skor terendah, yakni Jonathan Wijono, Kevin C. Akbar, dan Alfred Sitohang. Ketiganya menutup hari dengan skor dua di bawah par.
Jonathan sudah menyelesaikan seluruh permainan pada putaran pertama. Sementara Kevin masih memiliki sisa satu hole, dan Alfred menyisakan empat hole yang harus diselesaikan pada lanjutan pertandingan esok hari.
Kesempatan masih terbuka bagi mereka untuk menambah skor under dan memperbaiki posisi di leaderboard.
JAKIC 2025 sendiri menjadi salah satu turnamen penting dalam kalender golf internasional, dengan total peserta 150 pegolf elite dunia.
Kehadiran turnamen ini diharapkan menjadi momentum berkembangnya olahraga golf di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional.
Hasil sementara putaran pertama JAKIC 2025:
Suteepat Prateeptienchai (Thailand) – 63 (-7)
T2. Roberto Lebrija (Meksiko) – 64 (-6)
T2. Chang Wei-lun (Taiwan) – 64 (-6)
T2. Wade Ormsby (Australia) – 64 (-6)
T2. Pavit Tangkamolprasert (Thailand) – -6* (*belum menyelesaikan pertandingan)
Turnamen akan berlanjut Jumat (3/10) pagi dengan penyelesaian sisa putaran pertama, sebelum memasuki persaingan putaran kedua yang diprediksi semakin ketat.
Para pegolf top dunia akan kembali berusaha memperbaiki posisi, sementara Suteepat akan berupaya mempertahankan dominasinya demi menjaga peluang meraih gelar pada edisi perdana Jakarta International Championship.


