JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Turnamen golf bergengsi Mandiri Indonesia Open 2025 siap digelar pada Kamis (28/8) hingga Minggu (31/8) di Pondok Indah Golf Course, Jakarta.
Ajang dengan total hadiah US$500.000 atau sekitar Rp8,1 miliar ini menjadi salah satu turnamen penting di kalender Asian Tour sekaligus menjadi kebanggaan olahraga nasional.
Mandiri Indonesia Open kembali hadir di Pondok Indah Golf Course setelah terakhir kali pada 2023. Saat itu, pegolf Thailand Nitithorn Thippong keluar sebagai juara.
Tahun ini, turnamen profesional tertua di Indonesia itu memasuki penyelenggaraan ke-7 di lapangan ikonik karya Robert Trent Jones Jr., menghadirkan persaingan sengit antara pegolf elite Asia dan pemain tuan rumah.
Pegolf asal Inggris Steve Lewton, juara Mandiri Indonesia Open 2024, kembali hadir dengan ambisi mempertahankan gelar.
Bagi pegolf berusia 42 tahun ini, kemenangan tahun lalu menjadi pencapaian besar setelah penantian panjang sejak gelar terakhirnya pada 2014 di Mercuries Taiwan Masters.
“Menjuarai Mandiri Indonesia Open 2024 adalah momen terbesar dalam karier saya. Ketika mendengar turnamen kembali ke Pondok Indah, saya punya ambisi besar. Saya ingin mempertahankan gelar sekaligus menebus dua kali kegagalan saat finis di posisi kedua di sini,” ujar Lewton, yang memulai karier profesional pada 2008.
Lewton memang memiliki catatan impresif di Pondok Indah. Pada edisi 2022 dan 2023, ia sukses finis T2 (runner-up) secara beruntun.
Pengalaman tersebut menjadi modal kuat untuk menghadapi tekanan di turnamen kali ini. Meski begitu, ia sadar persaingan akan semakin ketat dengan hadirnya pemain-pemain muda berbakat.
Salah satu pesaing utama Lewton adalah pegolf asal Australia Ryan Peake. Meski baru menjalani musim debut di Asian Tour, Peake langsung menarik perhatian setelah menjuarai New Zealand Open 2025, turnamen hasil kerja sama Asian Tour dan PGA Tour of Australasia.
Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi pegolf kidal berusia 32 tahun itu.
“Saya senang bisa tampil di Mandiri Indonesia Open 2025. Meski ini debut saya di Indonesia, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Sebagai profesional, kami harus siap bersaing di mana pun, termasuk di Pondok Indah,” kata Peake.
Selain pemain asing, Mandiri Indonesia Open 2025 juga menjadi ajang pembuktian bagi pegolf Indonesia.
Tahun ini, sebanyak 35 pegolf tuan rumah, yang terdiri dari 23 pegolf profesional dan 12 pegolf amatir, akan bersaing dari total 150 peserta.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Gabriel Hansel Hari, pegolf muda yang pada edisi 2023 mencatat sejarah sebagai juara amatir terbaik sekaligus finis Top 10 (T9) dengan skor 275 (13-under), rekor skor terendah oleh amatir di Indonesia Open.
“Pengalaman tahun lalu memotivasi saya untuk tampil lebih baik lagi. Dengan status profesional sekarang, saya ingin hasil maksimal,” kata Hansel, alumnus University of Oregon yang mulai berkarier profesional setelah sukses di level amatir.
Selain Hansel, ada juga Randy Arbenata Mohamad Bintang, pegolf amatir terbaik Indonesia yang baru saja menjuarai Kejurnas Amatir Golf 2025 dan Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship (MPIIAGC) 2025.
Randy bertekad tidak hanya lolos cut, tetapi juga mengincar gelar Low Amateur dengan skor lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pengalaman di MPIIAGC 2025 membuat saya percaya diri menghadapi Mandiri Indonesia Open. Dua kali saya gagal lolos cut, tetapi tahun ini saya ingin membuktikan bisa bersaing,” tegas pegolf berusia 21 tahun itu.
Turnamen ini di-sanction oleh Asian Tour dan PGA Tour of Indonesia, menggunakan format stroke play selama 72 hole.
Persaingan dipastikan ketat dengan kehadiran para pegolf top Asia dan bintang-bintang muda potensial.
Mandiri Indonesia Open bukan hanya sekadar turnamen, tetapi juga kesempatan emas bagi pegolf Indonesia untuk mengasah kemampuan di level internasional.
Dengan kembalinya turnamen ini ke Pondok Indah Golf Course, publik golf Tanah Air menanti siapa yang akan mengangkat trofi pada 31 Agustus nanti.
Apakah Steve Lewton akan mempertahankan gelar, Ryan Peake memberi kejutan, atau justru lahir bintang baru dari Indonesia? Semua akan terjawab dalam empat hari mendatang.


