JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Industri kreatif Indonesia kian menunjukkan taringnya! Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa subsektor film, animasi, dan gim siap melesat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam acara di Gedung Film Pesona Indonesia, Selasa (30/9), Kemenparekraf membuka ruang kolaborasi langsung antara pegiat ekraf dengan lembaga keuangan, regulator, hingga mitra strategis. Targetnya jelas: mempercepat akses pembiayaan, investasi, dan monetisasi IP (Kekayaan Intelektual) agar kreator Indonesia bisa bersaing di panggung dunia.
“Kami ingin subsektor film, animasi, dan gim bisa tumbuh dengan lebih cepat. IP dari karya kreatif tidak hanya berhenti di film atau gim saja, tetapi bisa melahirkan merchandise, novel, dan produk turunan lain yang memberi nilai ekonomi besar,” ujar Teuku Riefky.

Data yang dipaparkan bikin optimistis:
* Pertumbuhan layar sinema Indonesia diproyeksikan CAGR 6,13% per tahun hingga 2027.
* Terdapat 185 studio animasi di berbagai kota yang menyerap 7.700 tenaga kerja.
* Industri gim menyumbang lebih dari Rp30 triliun untuk pasar Indonesia pada 2024 dengan 148 juta gamer aktif.
“Industri perfilman sedang booming, animasi makin menjamur, dan gim kini jadi penggerak ekonomi global. Momentum ini harus kita tangkap,” tegasnya.
Tak hanya berhenti di paparan, acara juga dilanjutkan dengan business match dan tiga panel diskusi panas:
1.Film bersama Celerina Judisari (Believe) & Mia Angelia (Visinema).
2.Animasi bersama Roy Tok (RUS Animation) & Bismarka Kurniawan (BumiLangit).
3.Gim bersama Shafiq Husein (AGI) & Adam Ardisasmita (Arsanesia).
Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan Restog Krisna Kusuma menambahkan, keterlibatan perbankan, OJK, dan lembaga keuangan lain adalah kunci. “Kami ingin lembaga keuangan memahami model bisnis ekraf, sementara kreator juga paham regulasi. Sinergi ini penting agar pembiayaan bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Kemenparekraf yakin lewat pendekatan hexahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan investor), ekosistem kreatif Indonesia akan semakin solid. “Ekraf akan jadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Teuku Riefky penuh keyakinan.|Foto :Istimewa

