MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Ruben Amorim resmi menangani Manchester United pada November 2024. Laga debutnya terjadi saat tandang ke markas Ipswich Town.
Setelah start buruk di bawah Erik ten Hag, fans berharap ada perubahan instan dari pelatih asal Portugal tersebut. Namun, hasilnya belum sesuai harapan.
United sempat unggul cepat lewat gol Marcus Rashford pada menit kedua, sebelum Omari Hutchison menyamakan kedudukan. Pertandingan pun berakhir imbang 1-1 di Portman Road.
Meski gagal meraih kemenangan, Amorim mencoba mengambil sisi positif. Ia memuji tiga pemain yang tampil menonjol pada laga debutnya. Kini, memasuki musim keduanya bersama Setan Merah, inilah perjalanan tiga pemain tersebut.
Amad Diallo
Amorim kala itu langsung memberi peran baru bagi Amad Diallo dengan formasi andalannya 3-4-3.

Pemain asal Pantai Gading tersebut dimainkan sebagai wing-back kanan dan langsung memberi dampak positif. Diallo mencatat assist untuk gol Rashford setelah melewati lawan di sisi sayap.
“Saya rasa dia bermain sangat baik. Dalam tiga hari ini dia berkembang pesat secara bertahan. Dia sangat fokus dan melakukan pekerjaan luar biasa,” ungkap Amorim usai laga.
Seiring hadirnya Bryan Mbuemo di lini depan, Diallo lebih banyak dipasang sebagai wing-back kanan. Hingga kini, ia sudah tampil 31 kali di bawah Amorim dengan torehan delapan gol dan sembilan assist.
Produktivitas ini membuat sebagian fans merasa ia layak mendapat kesempatan lebih di posisi aslinya sebagai penyerang.
Noussair Mazraoui
Nama kedua yang mendapat pujian adalah Noussair Mazraoui. Saat itu, ia dimainkan sebagai salah satu bek tengah dalam skema tiga bek. Meski bukan posisi naturalnya, pemain asal Maroko tersebut tampil solid.

“Kami tidak punya banyak bek tengah, jadi harus beradaptasi. Mazraoui sangat pintar, bisa bermain di banyak posisi, dan itu penting untuk masa depan tim,” kata Amorim.
Musim lalu, Mazraoui sering dimainkan di berbagai posisi, baik fullback maupun bek tengah, dengan total 40 penampilan. Sayangnya, cedera membuatnya baru sekali tampil musim ini. Namun, ia diyakini tetap jadi sosok kunci di skuat Amorim.
Andre Onana
Pemain ketiga yang dipuji Amorim adalah Andre Onana. Sang kiper tampil gemilang di laga kontra Ipswich dengan sejumlah penyelamatan krusial.

“Kami bisa saja kalah jika bukan karena Onana,” ucap Amorim.
Namun, performa Onana justru menurun seiring berjalannya musim. Cedera di pramusim membuat posisinya digantikan Altay Bayindir pada awal musim 2025/26. Situasi kian rumit setelah Onana meminta kenaikan gaji meski performanya tak konsisten. Amorim kabarnya kecewa, dan akhirnya Onana dipinjamkan ke Trabzonspor. Sebagai gantinya, United merekrut Senne Lammens di deadline day.
Amorim Masih dalam Proses
Amorim masih berusaha menemukan formula terbaik di Manchester United. Kepercayaannya terhadap Diallo dan Mazraoui menunjukkan arah pembangunan tim, sementara keputusan tegas pada Onana memperlihatkan sisi tegasnya sebagai manajer.
Apakah sikap tegas itu akan jadi fondasi kesuksesan Amorim di Old Trafford? Waktu yang akan menjawab.

