JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama berbagai lapisan masyarakat bergotong royong membersihkan Halte Transjakarta yang rusak pascaaksi unjuk rasa di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Kegiatan kerja bakti ini mempertemukan warga lintas profesi—mulai dari pasukan PPSU, komunitas ojek online, pelajar, pedagang, hingga alumni STM—sebagai wujud kebersamaan dalam menata kembali ruang kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Rano menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang terlibat. Menurutnya, gerakan cepat dan serentak membersihkan fasilitas umum menjadi simbol solidaritas masyarakat Jakarta untuk mengembalikan situasi kota yang aman dan kondusif.
“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman ojol, sopir oplet, anak-anak sekolah Jakarta, hingga peritel yang ikut serta. Mudah-mudahan minggu ini Atrium Senen bisa kembali beroperasi, karena Jakarta harus hidup dan menghidupkan masyarakatnya,” ujar Rano.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tetap dilakukan dengan tertib tanpa merusak fasilitas publik. “Kalau ada yang mau nyampaikan protes, silakan. Tapi jangan sampai fasilitas kita dirusak. Yang rugi bukan hanya biaya, tetapi juga waktu pembangunan kembali,” tegasnya.

Wagub Rano juga mengajak seluruh warga menjaga keamanan lingkungan. Ia mencontohkan tetap terselenggaranya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada Minggu (31/8) sebagai bukti bahwa Jakarta tetap kondusif. “Mari kita sama-sama jaga Jakarta, jaga kampung kita. Jangan sampai kerja keras kita sia-sia,” imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan pemulihan, Pemprov DKI Jakarta memberikan layanan Transjakarta dan MRT gratis selama satu minggu. “Memang ada beberapa fasilitas yang terdampak, kami mohon maaf. Tapi insya Allah, transportasi Jakarta kita gratiskan sementara agar masyarakat tetap terbantu. Hanya ojol tetap bayar ya,” kata Rano disambut tawa warga.
Kerja bakti kali ini melibatkan 215 orang dengan fokus pada Halte Senen Sentral, Halte Senen Toyota Rangga, serta kaki-kaki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Program ini tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas umum, tetapi juga menjadi terapi sosial kolektif yang mempererat solidaritas warga ibu kota.|Foto: Istimewa

