BerandaEntertainmentWIPO Gandeng Musisi, Pemerintah,...

WIPO Gandeng Musisi, Pemerintah, dan Industri untuk Perbaiki Sistem Royalti Indonesia

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Di tengah berbagai tantangan pengelolaan royalti di Indonesia, sebuah pertemuan hangat antara musisi, pemerintah, dan lembaga internasional memberikan secercah harapan. World Intellectual Property Organization (WIPO) memastikan dukungannya bagi musisi tanah air, membawa solusi konkret sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor.

Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang, menutup kunjungan kerjanya di Jakarta pada 11 Agustus 2025 dengan Friendly Discussion Dinner di Houma Restaurant. Di hadapan para tokoh industri musik, ia menegaskan bahwa WIPO ingin menjembatani kesenjangan informasi dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap pengelolaan royalti.

Bagi Tang, isu ini bukan sekadar teori. Sebelum menjadi pengacara, ia pernah menjadi pianis jazz profesional. “Saya tahu bagaimana rasanya menjadi kreator yang tidak memiliki pendapatan tetap. Karena itu, WIPO ingin memberi dukungan nyata, bukan sekadar dukungan moral,” ujarnya.

Baca Juga :   Terry Remake single menakjubkan milik Chrisye berjudul “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”

Dua Terobosan untuk Musisi Indonesia

WIPO memperkenalkan dua inisiatif kunci. Pertama, CLIP (Creators Learn IP), platform edukasi yang membantu musisi memahami kekayaan intelektual dan pengelolaan data di industri musik modern. “Kami akan bekerja sama dengan Jepang untuk menerjemahkan CLIP ke Bahasa Indonesia. Bahkan Bjorn dari ABBA ikut mendukung proyek ini,” kata Tang.

Kedua, WIPO Connect, perangkat lunak gratis untuk Collective Management Organizations (CMO) yang mempermudah pengumpulan dan pendistribusian royalti secara transparan. “Di beberapa negara, WIPO Connect telah mendistribusikan hingga USD 30 juta per tahun. Kami berharap teknologi ini juga bisa menguatkan lembaga seperti LMKN,” tambahnya.

Tantangan Lokal dan Kesadaran Publik

Baca Juga :   Pasha Ungu Soal Royalti Musik: Jangan Khawatir, Justru Bagus untuk Industri Lokal

Putri Rahartana, Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), menyoroti bahwa kurangnya informasi kerap memicu kesalahpahaman.

“Masyarakat sering kali menilai biaya royalti mahal tanpa memahami mekanismenya, seperti yang terjadi pada kasus ‘Mie Gacoan’ di Bali,” ungkapnya.

Musisi senior Yovie Widianto, yang juga hadir dalam rangkaian diskusi industri, menambahkan perspektif berbeda. Bagi pencipta ratusan lagu hits ini, royalti adalah berkah yang dibagi, bukan sekadar angka yang dituntut. “Komposer dan penyanyi harus saling menguatkan. Lagu tak akan populer tanpa kerja sama. Itulah simbiosis mutualisme,” ujarnya.

Kolaborasi, Bukan Pertikaian

Acara ini mempertemukan pejabat DJKI Kemenkumham, perwakilan LMKN, ASIRI, Wahana Musik Indonesia (WAMI), Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI), serta berbagai asosiasi musik lainnya. Suasana diskusi penuh gagasan dan saling dengar, menandakan kesadaran bersama bahwa masa depan musik Indonesia bergantung pada kolaborasi semua pihak.

Baca Juga :   Ryan Kyoto: Menjaga Jati Diri di Tengah Dinamika Musik dan Polemik Royalti

Daren Tang menutup dengan janji membawa hasil diskusi ini ke Jenewa. “Musik adalah bahasa universal. Kita harus memastikan para penciptanya dapat hidup layak dari karya mereka. Dan itu hanya mungkin jika kita bergerak bersama,” tegasnya.|Foto : Istimewa.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -