MIAMI, TERMINALNEWS.ID – Posisi small forward (SF) sering dianggap sebagai posisi paling penting dalam bola basket karena perannya yang serba bisa.
Seorang SF dituntut mampu mencetak poin dari perimeter maupun area paint, bertahan melawan berbagai posisi, merebut rebound, hingga mengatur serangan untuk rekan setim.
Biasanya, pemain di posisi ini adalah sosok paling komplet dalam tim, mulai dari postur, atletisme, hingga keterampilan bermain.
Sepanjang sejarah NBA, posisi center memang banyak menentukan hasil juara, tetapi small forward berada tepat di belakangnya.
Di era modern, forward serba bisa menjadi fondasi ideal bagi tim yang ingin bersaing di playoff, karena memiliki kombinasi ukuran tubuh, kemampuan bertahan, dan variasi serangan.
Siapa saja 10 small forward terbaik sepanjang masa NBA? Berdasarkan voting penggemar yang dihimpun oleh Ranker, berikut daftarnya.
10. Dominique Wilkins
Legenda Atlanta Hawks ini dikenal sebagai salah satu small forward paling atraktif sepanjang masa. Dijuluki “The Human Highlight Film”, Wilkins memukau penonton dengan dunk-dunk eksplosif dan penyelesaian spektakuler di ring.
Selama 15 musim di NBA, Wilkins mencatat rata-rata 24,8 poin per gim dengan 46,1% akurasi tembakan, meraih 9 kali NBA All-Star dan 7 kali All-NBA. Meski cedera Achilles memengaruhi kariernya, ia tetap produktif, bahkan sempat mencetak hampir 30 poin per gim setelah pulih.
9. Chris Mullin
Bintang Golden State Warriors era “Run TMC” ini dikenal sebagai salah satu penembak jitu terbaik sebelum era modern NBA. Mullin mencatat rata-rata 18,2 poin per gim, dengan akurasi 50,9% dari lapangan dan 38,4% dari tripoin.
Selama 16 musim, ia meraih 5 kali All-Star dan 4 kali All-NBA, serta dikenal sebagai salah satu shooter yang akan sangat cocok bermain di era Warriors masa kini yang mengandalkan tembakan jarak jauh.
8. Paul Pierce
“The Truth” adalah bintang Boston Celtics yang sering kali dianggap underrated. Pierce mampu bersaing langsung dengan Kobe Bryant hingga LeBron James, dan tidak jarang keluar sebagai pemenang.
Dengan rata-rata 19,7 poin per gim, Pierce meraih 10 kali All-Star dan 4 kali All-NBA. Ia dikenal sebagai pencetak angka ulung meski tidak memiliki kecepatan atau kekuatan luar biasa.
7. James Worthy
Pilar penting dalam Showtime Lakers era 1980-an, Worthy meraih 3 gelar juara NBA dan menjadi Finals MVP 1988.
Selama 12 musim, ia mencatat rata-rata 17,6 poin per gim, 7 kali All-Star, dan 2 kali All-NBA. Worthy adalah pemain tim sejati yang mengutamakan kemenangan di atas segalanya.
6. Tracy McGrady
Salah satu talenta terbesar yang pernah dimiliki NBA, McGrady atau T-Mac adalah prototipe small forward pencetak angka dengan kombinasi tinggi badan, atletisme, dan skill mumpuni.
Dari 2001 hingga 2008, ia mencetak lebih dari 20 poin per gim selama 8 musim berturut-turut. Sayangnya, cedera membuat kariernya berakhir lebih cepat, meski pada masa puncaknya ia menjadi salah satu scorer paling menakutkan.
5. Scottie Pippen
Bukan hanya “Robin” bagi Michael Jordan, Pippen adalah pemain serba bisa yang menjadi tulang punggung Chicago Bulls saat meraih 6 gelar juara NBA di era 1990-an.
Selama 17 musim, ia meraih 7 kali All-Star, 10 kali NBA All-Defensive Team, dan 6 kali juara NBA. Pippen dikenal sebagai forward komplet yang bisa menyerang, bertahan, dan memimpin permainan.
4. Kawhi Leonard
Meski kariernya kerap diganggu cedera, Leonard tetap menjadi salah satu pemain paling mematikan di playoff. Ia meraih 2 gelar juara NBA dan 2 kali Finals MVP, masing-masing bersama San Antonio Spurs dan Toronto Raptors.
Dikenal dengan pertahanan luar biasa, ketenangan di momen krusial, serta kemampuan mid-range yang mematikan, Kawhi menjadi simbol small forward modern yang efektif di kedua sisi lapangan.
3. Kevin Durant
Salah satu pencetak angka paling efisien dalam sejarah NBA. Dengan tinggi badan 2,13 meter dan kemampuan menembak yang nyaris tak terbendung, Durant mencatat rata-rata 27,2 poin per gim sepanjang kariernya.
KD meraih 2 gelar juara, 2 kali Finals MVP, dan dikenal sebagai pemain yang bisa langsung menyatu di sistem permainan tim manapun.
2. Larry Bird
Legenda Boston Celtics ini menjadi ikon NBA era 1980-an bersama Magic Johnson. Bird meraih 3 gelar juara, 2 kali Finals MVP, dan 3 kali NBA MVP beruntun (1984–1986).
Meski tidak mengandalkan atletisme, Bird mengandalkan kecerdikan, kemampuan tembak, dan playmaking brilian. Ia juga rata-rata mencetak 10 rebound per gim sepanjang kariernya.
1. LeBron James
Tak ada perdebatan bahwa LeBron James adalah small forward terbaik sepanjang masa. Memasuki musim ke-23, ia tetap bermain di level superstar meski telah berusia 40 tahun.
LeBron adalah pemain serba bisa yang mampu mencetak angka, mengatur serangan, bertahan di semua posisi, dan memimpin tim hingga juara. Ia sudah meraih 4 gelar juara NBA, 4 kali Finals MVP, 4 kali NBA MVP, serta menjadi pencetak poin terbanyak dalam sejarah NBA sejak 2023.
Small forward adalah posisi yang membutuhkan kombinasi skill, kekuatan fisik, dan kecerdasan bermain. Dari Dominique Wilkins hingga LeBron James, daftar ini membuktikan bahwa SF memiliki peran vital dalam membentuk dinasti juara di NBA.

