MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Bagi banyak pecinta sepak bola, Sir Alex Ferguson dianggap sebagai manajer terbaik dalam sejarah olahraga ini.
Karier gemilangnya dimulai di Skotlandia, ketika ia sukses membawa St Mirren menjuarai liga, lalu mengulang prestasi tersebut bersama Aberdeen.
Bersama Aberdeen, Ferguson juga meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk Scottish Cup, UEFA Cup Winners’ Cup, dan European Super Cup.
Meski demikian, Ferguson paling dikenang atas masa keemasannya di Manchester United. Selama 26 tahun memimpin “Setan Merah”, ia mempersembahkan 13 gelar Premier League, lima trofi Piala FA, empat Piala Liga, dan dua gelar Liga Champions.
Namun, Ferguson mengakui bahwa kesuksesan besar tidak datang begitu saja. Dalam perjalanannya di Old Trafford, ia terinspirasi oleh tim legendaris Manchester United era 1950-an, yang dikenal sebagai Busby Babes.
Busby Babes, Inspirasi Abadi Ferguson
“Busby Babes menciptakan sejarah Manchester United, tanpa diragukan lagi,” ujar Ferguson.
Busby Babes adalah tim muda besutan Sir Matt Busby yang menjuarai liga pada musim 1955/56 dan 1956/57, dengan rata-rata usia pemain hanya 21–22 tahun. Mereka digadang-gadang akan mendominasi sepak bola dunia. Namun, tragedi menghentikan langkah mereka.
Pada Februari 1958, Tragedi Munich merenggut nyawa delapan pemain: Roger Byrne (28), Eddie Colman (21), Mark Jones (24), Duncan Edwards (21), Liam Whelan (22), Tommy Taylor (26), David Pegg (22), dan Geoff Bent.
Ferguson mengenang, “Selama saya menjadi manajer, Busby Babes selalu menjadi acuan. Mereka menunjukkan arti kepercayaan pada pemain muda dan membangun loyalitas. Sejarah Manchester United dibentuk dari periode itu.
Satu dekade kemudian, Matt Busby menjuarai Piala Eropa dengan filosofi yang sama, menggunakan pemain binaan klub.”
Duncan Edwards, Bintang Besar yang Gugur Terlalu Cepat

Ferguson juga menceritakan di mana ia berada saat tragedi terjadi.
“Hari itu saya berada di perpustakaan, belajar untuk ujian. Saat tiba di lapangan latihan Queen’s Park, saya melihat orang-orang menangis, bahkan pria dewasa. Latihan dibatalkan malam itu. Semua penggemar sepak bola merasakan kesedihan mendalam,” katanya.
Salah satu korban paling terkenal adalah Duncan Edwards, yang diyakini akan menjadi salah satu pesepak bola Inggris terhebat sepanjang masa. Legenda Sir Bobby Charlton bahkan pernah berkata Edwards lebih hebat dari Pele.
“Mereka semua pemain hebat—George Best, Denis Law, Bobby Moore, bahkan Pele—tetapi Duncan adalah yang terbaik,” ungkap Charlton.
Meski tragedi itu mengakhiri mimpi Busby Babes, warisan mereka tetap hidup. Inspirasi dari tim muda tersebut mengalir ke Sir Alex Ferguson, membantu mencetak sejarah baru bersama Manchester United dan menjadikannya manajer tersukses dalam sejarah klub.

