BerandaNewsNasionalPrabowo Subianto Itu Penunggang...

Prabowo Subianto Itu Penunggang Kuda, Bukan Kuda Tunggangan

OLEH: ALEX PALIT

Sebagai penunggang kuda sejati, pastinya Prabowo Subianto memiliki ketajaman intuisi sebelum mengambil keputusan langka kudanya sambil tetap bercermin pada pengalaman yang sudah-sudah.

Pengalaman sebagai seorang jenderal dan komandan tempur, pastinya tidak akan grusa-grusu menentukan langkah berkuda. Pastinya semuanya melalui pertimbangan sangat matang.

Begitu halnya, sebagai seorang jenderal mantan komandan tempur yang mahir berkuda dan kini terjun ke panggung politik, pastinya tidak akan gegabah dan grusa-grusu menentukan langkah politiknya.

Pasti semua langkah kuda politiknya melalui pertimbangan sangat matang. Termasuk ketika menentukan langkah kudanya dalam percaturan politik, apapun resikonya.

Begitu pun ketika memasuki pacuan gelanggang politik Pilpres 2024, “sang penunggang kuda” pun harus menentukan langkah kudanya, sebagai penunggang kuda sejati, bukan kuda tunggangan.

Baca Juga :   Jelang Persiapan Keberangkatan Haji, Menag: Semua Petugas Harus Fokus Layani Jemaah

Walau tak terhindarkan menuai gelombang reaksi kekecewaan dari pendukungnya atas langkah kuda politiknya.
Pengalaman adalah guru terbaik, begitu kata guru bijak.

Dari pengalaman mengajarkan banyak hal yang bisa dipetik daripadanya, untuk tidak terjebak lagi terjungkal pada lubang yang sama.

Untuk tidak lagi dipecundangi oleh oportunisme politik atau manuver petualang politik atau mereka para pengaku barisan relawan politik yang kemudian menumpang menyusup menumpang dalam gerbong kereta demi kepentingan pragmatis.

Sebagai penunggang kuda, presiden terpilih di Pilpres 2024 yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), pastinya Prabowo paham bahwa dirinya bukan kuda tunggangan, ditunggangi oleh petualang politik demi kepentingan politik pragmatis “ada udang di balik batu” yang tersembunyi di dalamnya.

Baca Juga :   Dilaporkan ke Bawaslu, Parpol Pendukung Prabowo Buka Suara

Di sini saya teringat pada nasehat jenderal ahli strategi perang Sun Tzu dalam bukunya “The Art of War”: Anda adalah ‘jenderal tertinggi’ bagi kehidupan – medan pertempuran – Anda. Kalau Anda tidak memiliki kapasitas diri yang kuat, maka roda kehidupan Anda tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

*Alex Palit, jurnalis, penulis buku “2024 Kenapa Harus Prabowo Subianto Notonegoro”

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Gombalan Rina Nose ke Peserta DA8 Berujung Jawaban Tak Terduga, Studio Pecah Tawa

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Panggung Dangdut Academy 8 (DA8) Indosiar kembali menghadirkan...

Resep Kaji Gui, Terong Goreng Ala Korea yang Gurih dan Siap dalam 10 Menit

TERMINALNEWS.ID - Hidangan berbahan dasar terong kembali menarik perhatian para pencinta...

Rolls-Royce Spectre 2026 Tetap Jadi Tolok Ukur Mobil Listrik Ultra-Mewah, Ini Spesifikasi dan Harganya

TERMINALNEWS.ID - Rolls-Royce mempertahankan Spectre sebagai salah satu mobil listrik paling...

Pesona Wisata China, Perpaduan Keajaiban Alam, Sejarah, dan Budaya yang Mendunia

TERMINALNEWS.ID - China dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan alam...

- A word from our sponsors -