JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar ingin agar AI atau Artificial Intelligence menjadi pendorong ekonomi kreatif. Oleh karena itu Wamen Ekraf Irene menilai AI perlu diarahkan dengan baik untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru.
“Indonesia itu punya sumber kreativitas dan talenta yang luar biasa. Artificial Intelligence (AI) tidak akan menggantikan manusia karena manusia bisa belajar mengenai teknologi. Dengan era digital yang ada sekarang dan perkembangan teknologi yang ada di seluruh dunia, kita perlu bergerak sangat cepat dan kita memiliki kemampuan itu sebagai manusia untuk membentuk AI,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menjadi keynote speaker Kick Off Semesta AI 2025 di Menara Thamrin, Jakarta pada Kamis, 24 Juli 2025
Kick Off Semesta AI 2025 yang digagas bersama Lintasarta dan NVIDIA Inception merupakan program yang menjadi tidak penting dalam membangun kolaborasi lintas sektor demi mempercepat adopsi kecerdasan buatan di Indonesia. Semesta AI bersama Laskar AI dan AI Use Case diarahkan untuk membentuk Gerakan AI Merdeka yang merupakan inisiatif mendorong startup berbasis AI yang menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem kecerdasan buatan atau AI di Indonesia.
Tercatat total 155 startup dari berbagai daerah di Indonesia telah mendaftar Semesta AI dan telah diumumkan 20 startup terbaik untuk mengikuti program mentoring intensif yang difasilitasi oleh Lintasarta. Sementara 30 peserta lainnya hanya mendapat pendampingan teknis untuk pengembangan solusi berbasis AI.
Wamen Ekraf Irene menambahkan bahwa AI bukan hanya pendukung teknologi, tetapi sarana strategi dalam menciptakan efisiensi, mendorong kreativitas berbasis teknologi, dan memperluas daya saing ekonomi kreatif Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru. Melalui AI, kita bukan hanya menciptakan sebuah teknologi, tapi kita menciptakan suatu solusi. Berarti, kita tidak menciptakan sebuah produk, mari kita ciptakan suatu dampak pemanfaatan AI untuk mendorong ekonomi kreatif Indonesia menembus pasar global,” imbuh Wamen Ekraf Irene.
Presiden Direktur dan CEO Lintasarta Bayu Hanantasena berharap bahwa Semesta AI 2025 bukan sekedar program akselerasi, namun menjadi komitmen bersama untuk membangun ekosistem masa depan AI yang berdaulat inklusif dan berdampak nyata bagi Indonesia.
“Era digital yang terus berkembang, kita tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga ekosistem serta kolaborasi. Maka dari itu, Lintasarta menjalankan peran strategi dengan hadirkan Gerakan AI Merdeka Dalam yang membangun atas tiga program utama seperti Laskar AI, Semesta AI, dan AI Use Case. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah mendukung penuh pentingnya sinergi antara teknologi dan ekonomi kreatif di Indonesia,” ungkap Bayu Hanantasena.
Lintasarta sebagai AI Factory dalam naungan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group lahir dan memiliki pengalaman lebih dari 37 tahun. Saat ini, Lintasarta memiliki tujuan mulia memberdayakan Indonesia untuk mempercepat pencapaian potensi digital bangsa. Semangat inilah yang menjadi landasan menjadi langkahnya dalam membangun transformasi digital yang berkelanjutan.
Program Semesta AI akan menawarkan sejumlah manfaat strategi seperti pendampingan one-on-one dari para profesional teknologi AI, proyek percontohan atau uji coba untuk startup, akses ke AI Infrastructure Nvidia, dan peluang kolaborasi dengan lebih dari 2.300 pelanggan korporasi Lintasarta sehingga dapat membantu mencapai pasar yang lebih luas.


