JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ajang Inaspro 3×3 Jakarta 2025 resmi dimulai dengan penyelenggaraan FIBA 3×3 Women’s Series 2025 yang berlangsung sejak Kamis (24/7/2025) di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
Turnamen ini langsung menyedot perhatian dunia, bukan hanya karena atmosfer pertandingan yang seru sejak laga pembuka, tetapi juga karena kualitas venue dan keramahan penonton yang dinilai luar biasa oleh para atlet internasional.
Sebagai bagian dari rangkaian event internasional FIBA 3×3, penyelenggara lokal (LOC) menyulap Plaza Timur GBK menjadi arena megah yang disebut-sebut sudah setara dengan standar turnamen dunia.
Area pertandingan dilengkapi dengan struktur Arch Trust untuk melindungi pemain dan penonton dari cuaca panas maupun hujan, serta fasilitas penunjang seperti AC dan Wi-Fi.
Tidak hanya sarana fisik, pelayanan dan keramahan warga Jakarta juga membuat para peserta merasa nyaman dan senang bertanding.
“Venuenya sangat bagus, fasilitas sangat menunjang. Hotel dan akomodasi juga sangat baik. Orang-orangnya sangat ramah dan membantu. Kami senang bermain di sini,” ujar David Bobalik, pelatih tim basket putri Thailand asal Amerika Serikat.
Senada dengan Bobalik, Miela Sowah, bintang tim basket Australia, menyatakan kekagumannya terhadap penyelenggaraan turnamen ini.
“Saya pikir event ini dikelola dengan sangat profesional. Ini tempat terbaik yang kami kunjungi, fasilitasnya lengkap—ada AC dan Wi-Fi. Mungkin salah satu yang terbaik,” ucapnya penuh semangat.
Pebasket asal Jepang, Aya Tsurumi, pun turut melontarkan pujian atas dukungan dan antusiasme dari penonton di Jakarta.
“Saya senang bermain di sini. Penontonnya sangat menyukai bola basket. Fasilitas di Jakarta ini juga luar biasa bagus,” ujarnya.
Kagum akan kualitas penyelenggaraan, selebriti sekaligus penggemar basket Augie Fantinus menilai bahwa Indonesia sudah sangat layak menjadi tuan rumah ajang basket 3×3 bertaraf internasional secara rutin.
“Saya kagum banget sama venue ini. Sebelumnya Indonesia pernah bikin acara 3×3 tapi tidak pernah semewah ini. Saya bilang ini yang paling mendekati atau bahkan sudah menyamai event 3×3 internasional. Saya sempat ngobrol sama beberapa atlet—katanya kayak copy paste dari Hong Kong. Ini menandakan Indonesia serius dan siap jadi tuan rumah yang harus diapresiasi,” ungkap Augie yang turut hadir di upacara pembukaan.
Setelah FIBA 3×3 Women’s Series, rangkaian Inaspro 3×3 Jakarta 2025 akan dilanjutkan dengan FIBA 3×3 Challenger yang digelar pada 26–27 Juli 2025 di lokasi yang sama.
Tak hanya menyajikan pertandingan kelas dunia, ajang ini juga dikemas dalam bentuk festival yang meriah.
Penyelenggara menggandeng Jajarans Keliling untuk menghadirkan 22 stand UMKM makanan dan minuman yang memanjakan penonton dan peserta dengan sajian kuliner beragam, dari makanan Barat seperti steak dan pizza hingga jajanan khas Indonesia seperti telur gulung, tahu goreng, dan pisang goreng.
Deretan stand UMKM yang hadir antara lain Siomay Bandung, The Black Black RG, Rans Food, Burger Bangor, Telur Gulung Zaman Now, Salmon Mentaiku, Hai Orange, Indra’s Donner, Steak & Go, Bakso Koko Gepeng, Somay Lonjong, Teman Sampe Kaya, Rensu Grill Chicken Steak, Nginum.Ah, Realmi Nusantara, Ricebowl Express, Kopi Kenangan, hingga Pisang Goreng Asoy.
Seluruh stan tersebut telah melalui proses kurasi ketat selama dua pekan untuk menjamin kualitas rasa dan pelayanan.
Tiket untuk menyaksikan Inaspro 3×3 Jakarta 2025 dijual dalam lima kategori, yakni Festival Area, Daily Pass, Session 1, Session 2, dan 4-Day Pass.
Harga tiket termurah berada di angka Rp10.000, yang hanya memungkinkan pengunjung masuk ke area festival tanpa akses ke pertandingan. Sementara itu, tiket terusan untuk empat hari penuh dijual seharga Rp300.000, memberikan akses penuh ke semua pertandingan dan area festival.
Antusiasme masyarakat, kemegahan fasilitas, hingga sambutan hangat dari para atlet dan penonton membuat Inaspro 3×3 Jakarta 2025 menjadi salah satu penyelenggaraan event olahraga internasional paling berkesan di Tanah Air.
Hal ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin diperhitungkan sebagai tuan rumah kompetisi olahraga dunia.


