JAKARTA, TERMINALNEWS.ID, – Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Suwarno didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia Anindya Novyan Bakrie secara resmi membuka Rakernas & Munasus PB Akuatik Indonesia 2024.
Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Nasional Khusus PB Akuatik Indonesia kali ini diselenggarakan di hotel Four Point by Sheraton Jakarta, Jum’at 9 Maret 2024. Rapat Kerja Nasional tahunan PB Akuatik Indonesia kali ini dihadiri 30 wakil pengprov PB AI dari 35 pengprov yang tersebar di seluruh Indonesia.
Akuatik Indonesia mengadakan rapat kerja nasional (rakernas) dengan mengusung tema “Sukses PON/XXI 2024 Menuju Prestasi Dunia” yang diagendakan untuk mengevaluasi program sepanjang tahun 2023 dan menyusun rencana ke depan.
“Jadi acara kali ini sesuai dengan AD/ART melakukan evaluasi bukan hanya untuk PON tapi juga prestasi dunia, tentu ini bertahap mulai dari SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade. Tadi dapat masukan dari KONI dan pengprov daerah, saya rasa besok ini akan menjadi diskusi yang menarik untuk membawa akuatik Indonesia lebih baik ke depannya,” kata Ketum PB AI Anidnya Bakrie.

Dalam Rapat Kerja Nasional yang diselenggarakan selama dua hari ini, diharapkan semua peserta bisa memberikan masukan yang tepat dalam memenuhi tuntutan perkembangan jaman untuk mengelola dan mengembangkan prestasi para atet nasional.
“Kami masih banyak pekerjaan rumah (PR), kami tadi juga diskusi kalau dari sisi SEA Games ada kenaikan perolehan medali emas. Tapi kalau kita ingin Indonesia di SEA Games menjadi nomor satu, Akuatik dan atletik harus menjadi mesin pencetak emas itu yang mesti dipersiapkan secara masif,” ujar Anindya Bakrie.
Beberapa langkah alternatif yang bisa dipilih oleh pengurus PB Akuatik Indonesia untuk meraih prestasi di level internasional diantaranya melakukan pembinaan atlet berbakat baik didalam maupun di luar negeri.
“Bisa menggunakan berbagai macam cara, seperti cara pembinaan usia dini, ada diaspora atau naturalisasi lalu juga mengirim atlet kita di luar negeri untuk berlatih lama di lingkungan yang kompetitif. Jadi hal-hal semua itu akan kami diskusikan,” tambahnya.

Rapat Kerja Nasional kali ini digabung dengan Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) terkait rencana perubahan nama Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) yang baru diresmikan. Agenda Musyawarah Nasional Khusus menjadi agenda untuk pembahasan mengenai perubahan nama PB PRSI menjadi PB Akuatik Indonesia berdasarkan arahan dari Kementerian Hukum dan HAM.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Anindya Novyan Bakrie dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa perubahan nama tersebut didasarkan pada teknis Kementerian Hukum dan HAM yang mengharuskan menggunakan tiga kata.
Sementara nama baru PB Akuatik Indonesia yang baru diresmikan untuk menggantikan nama lama Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia atau (PB PRSI) hanya mengandung dua kata. Karena itu, Kementerian Hukum dan HAM meminta PB AI untuk secepatnya memperbaiki kekurangan satu kata yang dimaksud.
“Itu lebih ke arah teknis yang di Kemenkumham, yang mengharuskan menggunakan tiga kata. Jadi kalau Akuatik Indonesia kan dua kata, nanti akan diajukan di musyawarah menjadi Federasi Akuatik Indonesia agar menjadi 3 kata, tapi nilai jualnya tetap Akuatik Indonesia,” kata Anindya Bakrie.

Sementara itu Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Suwarno yang secara resmi membuka Rakernas & Munasus PB Akuatik INdonesia 2024, menilai perubahan nama dari renang menjadi akuatik merupakan perubahan yang akomodatif karena mewakili sejumlah disiplin akuatik yang terdiri dari renang, renang artistik hingga polo air.
“Kalau berbicara persatuan renang Indonesia itu kan sempit. Padahal renang ini terdiri dari beberapa disiplin mulai dari renang, renang artistik lalu polo air, dan sinkronisasi ini di mana. Kemudian kalau berubah nama menjadi akuatik saya rasa ini lebih akomodatif bagi semua disiplin olahraga yang berada di akuatik itu sendiri,” kata Suwarno.
Dalam agenda tersebut juga dibahas mengenai posisi Akuatik Indonesia yang ditunjuk menjadi tuan rumah 2nd Open Water Swimming Southeast Asia yang akan berlangsung di Pantai Jimbaran, Bali pada 28-30 Juni mendatang.


