BerandaLifestyleRutin Minum Susu Bisa...

Rutin Minum Susu Bisa Cegah Anemia hingga Gangguan Tumbuh Kembang Anak

JAKARTA,TERMINALNEWS.Co- | Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan sejak masa bayi hingga usia lanjut. Menurut dr. H. Sukiman Rusli. Sp.PD., Lembaga Kesehatan dan Komisi Fatwa MUI, kekurangan zat besi pada anak terutama balita dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan yang berdampak jangka panjang.

Salah satu cara yang direkomendasikan untuk membantu mencukupi kebutuhan zat besi anak adalah melalui konsumsi susu yang difortifikasi. “Zat besi dalam susu, apalagi bila dipadukan dengan vitamin C, akan lebih mudah diserap oleh tubuh. Ini penting untuk mencegah anemia dan gangguan tumbuh kembang,” ujar dr. Sukiman.

Berikut ini sejumlah dampak kesehatan yang dapat dicegah jika anak rutin mengonsumsi susu bergizi yang mengandung zat besi:

Baca Juga :   Kemenkes dan SnackVideo Gelar Cek Kesehatan Gratis Berbasis Komunitas

1. Anemia Defisiensi Besi

Anemia pada anak terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat. Dalam banyak kasus, kondisi ini disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin akibat kekurangan zat besi. Anak dengan anemia cenderung lemas, mudah lelah, dan mengalami detak jantung yang cepat

2. Pertumbuhan Fisik Terhambat

Zat besi mendukung pembentukan eritrosit (sel darah merah). Jika jumlahnya kurang, maka pertumbuhan anak bisa terganggu. Anak terlihat lebih pendek dari usia sebayanya dan berisiko mengalami stunting.

3. Gangguan Perkembangan Otak

Zat besi juga berperan dalam fungsi otak, termasuk perkembangan kognitif dan motorik. Kurangnya asupan zat besi pada masa awal kehidupan dapat menyebabkan penurunan kemampuan belajar dan konsentrasi.

Baca Juga :   Edukasi Model Pendampingan Efektif Atasi Kebiasaan Salah Konsumsi Susu pada Balita

4. Penurunan Daya Tahan Tubuh

Zat besi dibutuhkan dalam pembentukan antibodi. Kekurangannya membuat anak lebih rentan terhadap infeksi.

5. Risiko Gangguan Jantung

Pada kasus kekurangan oksigen akibat anemia, jantung anak dipaksa bekerja lebih keras. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu gangguan fungsi jantung.

6. Dampak Jangka Panjang pada Kualitas Sumber Daya Manusia

Tidak hanya berdampak pada masa kanak-kanak, defisiensi zat besi juga memengaruhi pencapaian akademik hingga produktivitas di masa depan.

Selain ASI, susu formula juga bisa menjadi alternatif sumber zat besi, terutama jika mengandung fortifikasi Zat besi dan vitamin C. “Ada produk susu yang memang sudah diformulasi untuk menunjang penyerapan zat besi, seperti yang mengandung Iron-C,” jelasnya.

Baca Juga :   Pake Masker Di Tempat Umum: Wabah Virus HMPV Merebak di China, Kemenkes Imbau Publik untuk Waspada Selalu

Namun demikian, dr. Sukiman menekankan pentingnya membaca label nutrisi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memilih produk susu tertentu.

Kekurangan zat besi masih menjadi salah satu masalah gizi terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro, termasuk melalui konsumsi susu yang sesuai, menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas generasi masa depan.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -