JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Turnamen Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2025 semakin mendapat perhatian luas dari komunitas golf internasional.
Hingga pertengahan Juni, sebanyak sebelas negara telah mendaftarkan atletnya untuk ambil bagian dalam ajang bergengsi yang akan berlangsung di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, pada 15–17 Juli 2025.
Negara-negara tersebut meliputi Malaysia, Singapura, Myanmar, Vietnam, Sri Lanka, India, Hong Kong, Australia, Korea Selatan, dan Inggris, selain tentunya para pegolf dari tuan rumah Indonesia.
Ketua Panitia Penyelenggara, Herry Winarno, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme yang ditunjukkan para pegolf mancanegara terhadap turnamen ini.
Meski baru memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, turnamen ini telah mampu menarik perhatian luas dan menjadi salah satu ajang kompetitif yang dinantikan oleh para pegolf muda.
“Kami sangat gembira karena semakin banyak pegolf internasional yang mengenal dan ikut berkompetisi. Ini menandakan bahwa turnamen ini makin diperhitungkan. Kami terus berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan agar tetap profesional dan kompetitif,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Selasa (17/6/2025).
Turnamen ini diselenggarakan dengan dukungan penuh dari Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) dan juga PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) sebagai sponsor utama.
Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan olahraga golf di Indonesia, khususnya dalam membuka jalur prestasi bagi pegolf muda.
Menurutnya, turnamen ini merupakan bentuk nyata kontribusi MedcoEnergi dalam mendorong kemajuan olahraga nasional.
“Kami bangga menjadi bagian dari perkembangan prestasi olahraga golf di Indonesia. Turnamen ini kami harapkan dapat membuka jalan bagi pegolf muda untuk bersaing di tingkat internasional dan mengharumkan nama bangsa,” kata Hilmi.
Turnamen ini menetapkan syarat ketat bagi peserta. Setiap pegolf harus berusia minimal 13 tahun dan memiliki handicap index tertentu: maksimal 8 untuk pemain putra dan 10 untuk putri.
Ini dimaksudkan agar turnamen benar-benar menjadi ajang kompetitif yang menghadirkan pegolf-pegolf terbaik dari berbagai negara.
Sebagai insentif, para pemenang Best Gross Overall dan runner-up dari kategori putra dan putri akan mendapatkan kesempatan tampil di Indonesia Open 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Hal ini memberikan jalur percepatan karier bagi pegolf muda yang ingin menembus level profesional.
Ketua Pondok Indah Golf Club, Hafzan Taher, menjelaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini sejalan dengan komitmen klub untuk terus menjadi pusat pengembangan prestasi golf di Indonesia.
“Golf bukan sekadar olahraga rekreasi, tapi juga olahraga prestasi. Melalui turnamen ini, kami ingin menyediakan wadah kompetisi yang berkualitas bagi pegolf muda. Kami berharap akan lahir atlet-atlet masa depan dari sini,” jelas Hafzan.
Pondok Indah Golf Club sendiri bukanlah nama baru dalam penyelenggaraan turnamen bertaraf internasional.
Klub ini telah sebelas kali menggelar Pondok Indah International Junior Golf Championship, serta menjadi tuan rumah berbagai event besar, seperti Indonesia Open (2015–2023), Asian Games 2018, Simone Asia Pacific Cup (2022–2023), dan bahkan World Cup pada 1983—satu-satunya di Indonesia.
Direktur Pondok Indah Golf Course, Erry Arsyad, menegaskan bahwa keterlibatan lapangan golf legendaris ini adalah bentuk nyata dari komitmen mendukung pembinaan golf secara berkelanjutan di Tanah Air.
“Melihat para pegolf, dari usia junior hingga dewasa, berkembang dan suatu hari berlaga di level dunia adalah kebanggaan bagi kami. Ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan Pondok Indah sebagai rumah bagi lahirnya para pegolf berprestasi,” katanya.
Dengan kualitas penyelenggaraan yang terus ditingkatkan, serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2025 diyakini akan menjadi batu loncatan penting bagi lahirnya generasi baru pegolf nasional yang mampu berbicara banyak di kancah dunia.

