BerandaEntertainmentAndrigo Didepak dari Nagaswara,...

Andrigo Didepak dari Nagaswara, Kini Gabung Label Malaysia Luncai Emas dan Rilis Single Baru

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Penyanyi Andrigo mengaku kecewa setelah resmi didepak oleh label rekaman Nagaswara Music, perusahaan yang selama ini membesarkan namanya di industri musik Indonesia.

Kendati demikian, ia memilih untuk tetap profesional dan menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

“Saya tidak melakukan wanprestasi. Tapi konon katanya, Nagaswara sedang melakukan pembenahan internal dengan manajemen baru yang kini dikelola oleh putra mahkota. Dampaknya, saya jadi kena imbas,” ungkap Andrigo dalam wawancara eksklusif bersama tim LAKONE yang dipimpin Sutrisno Buyil, bertempat di studio Dhody Kangen Band, kawasan Harjamukti, Cimanggis, Depok.

Meski sempat kecewa, Andrigo memilih untuk tidak berlarut dalam kesedihan. Ia justru melihat momentum ini sebagai awal baru dalam kariernya.

Baca Juga :   Lesti Kejora hingga Soimah Heboh Coba AI di Dangdut Academy 8, Hasil Foto Peserta Bikin Studio Pecah Tawa

Keputusan Nagaswara Music tersebut rupanya terdengar hingga ke Malaysia dan menarik perhatian label musik ternama di negeri jiran.

“Saya ditawari bergabung oleh Luncai Emas, label milik legenda musik Malaysia, Datok M. Nasir. Tanpa pikir panjang, saya langsung terima. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali,” ujar Andrigo.

Setelah melalui sejumlah diskusi, Andrigo pun sepakat merilis single terbaru berjudul Rasa Sakit, Rasa Sayang, sebuah lagu bergenre Pop Melayu.

Uniknya, dalam proyek ini ia berkolaborasi dengan Dhody dari Kangen Band yang dikenal sebagai pencipta lagu-lagu Melayu populer.

“Atas masukan produser Luncai Emas, saya diminta berkolaborasi dengan Dhody. Alhamdulillah, dia langsung setuju. Langsung kami tancap gas,” kata Andrigo dengan senyum puas.

Baca Juga :   “Tetes Hujan di Bulan April”, Kenangan yang Tak Pernah Kering dari Favourite’s Group

Dengan pengalaman baru dan dukungan dari label Luncai Emas, Andrigo optimistis lagunya akan diterima oleh pasar musik Malaysia dan Indonesia, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Target pasar kami jelas, yaitu Malaysia dan beberapa provinsi di Sumatera seperti Riau, Medan, Aceh, Palembang, Bengkulu, Lampung, Sumatra Barat, serta sebagian Kalimantan,” tutup Andrigo sebelum kembali masuk ke studio rekaman.

Kisah lengkap perjuangan Andrigo dan proses rekaman singlenya dapat disimak dalam podcast LAKONE di kanal Lakone Channel mulai Minggu, 8 Juni 2025 pukul 09.15 WIB.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Analisis Tiga Kunci: Mengukur Kesiapan Aceh, Papua dan Maluku Lewat Kesejahteraan, Stabilitas dan Tata Kelola

OLEH: Tommy R. Arief WACANA tentang ketimpangan pembangunan di wilayah timur dan...

Joseph Erwiyantoro Soal Shin Tae-yong Menilai Indonesia Tak Pernah Kekurangan Pemain Sepakbola Berbakat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menilai Indonesia...

Patrick Vieira Akui Steven Gerrard Lebih Hebat dari Dirinya

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Mantan gelandang Arsenal, Patrick Vieira, secara terbuka mengakui...

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Teladani Kepemimpinan Empat Paus

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi...

- A word from our sponsors -