JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Kabareskrim Polri Komjen Pol. Wahyu Widada memimpin langsung upacara pemakaman mantan Wakapolri Komjen (purn) Syafruddin Kambo. Pemakaman berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Jenazah tiba sekitar pukul 13.32 WIB. Upacara pemakaman pun langsung dimulai. Kabareskrim memimpin langsung upacara pemakaman tersebut didampingi sejumlah petinggi Polri.
Ia mengenakan seragam kedinasan saat menjadi inspektur upacara.
Upacara pemakaman berlangsung dengan khidmat. Seluruh yang hadir menghayati prosesi pemakaman tersebut.
Sejumlah keluarga hingga kerabat hadir di lokasi. Beberapa tokoh yang terlihat hadir, di antaranya mulai dari Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK), Menhub Dudy Purwagandhi, Kapolda Irjen Karyoto, dan pejabat tinggi Polri lainnya.
Komjen (purn) Syafruddin meninggal dunia pada Kamis (20/2/2025). Syafruddin mengembuskan napas terakhir di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan. Ia wafat pada pukul 18.14 WIB.
Syafruddin Kambo lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 April 1961. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai sosok ayah yang penyayang dan bertanggung jawab.
Ia menikah dengan Mulyani Soedjono dan dikaruniai empat anak: Muhammad Rafil Perdana, Kharisma Bibitani, Muhammad Adil Triansyah, dan Muhamad Nur Alamsyah.
Di balik karier cemerlangnya, Syafruddin juga dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan keluarganya.

Karier kepolisian Syafruddin dimulai setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1985. Ia mengawali karier di Polda Metro Jaya dan menjabat berbagai posisi strategis, termasuk Kapolsek Pondok Gede Bekasi dan Kabag Regident Ditlantas Polda Riau.
Pada tahun 2004, ia menjadi ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang menunjukkan kepercayaannya dalam menjalankan tugas-tugas penting.
Selama kariernya, Syafruddin Kambo menjabat sebagai Wakapolda Sumatra Utara dan Kapolda Kalimantan Selatan.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Lemdikpol). Puncak kariernya tercapai saat ia menjabat sebagai Wakapolri pada tahun 2016.
Dalam posisinya tersebut, ia berkontribusi dalam berbagai forum internasional, termasuk ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime di Filipina, dan berfokus pada penanganan masalah radikalisme serta terorisme.
Syafruddin juga aktif dalam meningkatkan sinergi lintas ASEAN di bidang perdagangan dan investasi. Ia mengenyam pendidikan di berbagai lembaga bergengsi, termasuk Federal Bureau Investigation Academy (FBI) di Quantico, Virginia, Amerika Serikat, serta Landes Kriminal AMT Munchen, Jerman. (DaBon)


