JAKARTA,TERMINALNEWS.ID– Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan persaingan ketat antara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam Pilkada Serentak 2024. Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen unggul tipis atas pasangan Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi dengan perbedaan dukungan yang berada dalam margin of error survei.
Menurut Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, pasangan Ahmad Luthfi–Taj Yasin Maimoen sementara ini mendapatkan dukungan 47,2% dari pemilih. Sementara pasangan Andika Perkasa–Hendrar Prihadi meraih dukungan 43,5%. Sisanya, 9,3% responden masih belum menentukan pilihan.
“Perbedaan ini sangat tipis dan secara statistik tidak signifikan. Dengan margin of error ±2,3%, kedua pasangan masih memiliki peluang yang hampir setara untuk memenangkan Pilkada,” jelas Burhanuddin pada 15 November 2024. Ia menambahkan bahwa pasangan Ahmad Luthfi–Taj Yasin unggul sedikit dalam aspek kedikenalan dan citra positif di kalangan pemilih.
Burhanuddin juga menyebutkan beberapa faktor utama yang memengaruhi elektabilitas kedua pasangan. Popularitas Taj Yasin Maimoen, yang mencapai 85,6%, dianggap menjadi faktor penentu bagi pasangan Ahmad Luthfi–Taj Yasin. “Popularitas Taj Yasin yang sangat tinggi, ditambah aktivitas kampanye langsung seperti kunjungan ke masyarakat, memberikan keunggulan tambahan,” kata Burhanuddin.
Di sisi lain, pasangan Andika Perkasa–Hendrar Prihadi unggul dalam citra tegas dan berwibawa. Namun, tingkat popularitas Hendrar Prihadi yang lebih rendah (35,2%) dibanding Taj Yasin membuat pasangan ini sedikit tertinggal.
Survei juga mencatat bahwa kelompok pemilih mengambang kini sangat kecil, hanya 9,3%. Namun, masih ada potensi perubahan dukungan, terutama di kalangan pemilih lemah yang mencapai 29,5%. “Pemilih lemah ini menjadi target utama kampanye kedua pasangan dalam dua minggu ke depan,” tambah Burhanuddin.
Indikator Politik Indonesia mengungkapkan, mayoritas pemilih memilih calon berdasarkan persepsi ketegasan dan perhatian pada rakyat. Faktor ini menjadi tantangan bagi kedua pasangan untuk memperkuat citra masing-masing di mata pemilih.
Dengan waktu kurang dari dua minggu menuju hari pemungutan suara pada 27 November 2024, pertarungan di Jawa Tengah menjadi sangat menentukan. “Hasil survei ini menunjukkan bahwa persaingan di kandang banteng tidak lagi didominasi satu pihak. Jawa Tengah menjadi arena yang menarik untuk disimak hingga detik terakhir,” tutup Burhanuddin.

