KAIRO, TERMINALNEWS.ID – Sebanyak 24 mahasiswa Indonesia asal Sulawesi yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) Kairo, Mesir, berpartisipasi sebagai relawan di lembaga sosial Misr El-Kheir Foundation, Kairo, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa berhasil mengemas 380 kardus sembako Ramadhan.
Kegiatan kerelawanan ini difokuskan pada pengemasan bantuan kebutuhan pokok yang akan disalurkan sebagai bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina selama bulan suci Ramadhan. Setiap paket sembako berisi minyak goreng, pasta, beras, gula, serta sejumlah bahan pangan khas Mesir lainnya.
Proses pengemasan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Selain mahasiswa dan mahasiswi Indonesia asal Sulawesi, kegiatan ini juga melibatkan relawan dari Mesir serta sejumlah anak-anak yang turut membantu, menciptakan kerja tim yang solid dan hangat.
Misr El-Kheir Foundation sendiri merupakan salah satu organisasi non-profit (LSM) terbesar di Mesir. Lembaga kemanusiaan ini didirikan oleh Syeikh Dr. Ali Gomaa, Mufti Mesir periode 2003–2013, dan bergerak di bidang kesehatan, sosial, serta amal. Program-programnya mencakup distribusi bantuan pangan, dukungan pendidikan, hingga berbagai layanan sosial bagi masyarakat kurang mampu.
Salah satu relawan, Rafidah Muadzah, mengaku keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga, baik dari sisi kemanusiaan maupun pengembangan diri.
“Saya menyukai aktivitas seperti ini, mulai dari pengemasan, pembungkusan, hingga bertemu banyak orang dan mendapatkan pengalaman baru. Kegiatan ini juga melatih mental untuk bekerja cepat. Kerja timnya sangat baik, saling mendukung, sehingga suasana kerja terasa nyaman,” ujarnya.
Rafidah menambahkan, meskipun harus mengangkat barang hingga tangannya mengalami kram, seluruh rasa lelah terbayar karena bantuan tersebut akan dikirimkan untuk warga Palestina yang membutuhkan.
Menjelang bulan Ramadhan, Misr El-Kheir Foundation secara aktif membuka kesempatan bagi para relawan untuk terlibat dalam kegiatan pengemasan sembako. Partisipasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok, dengan tiga sesi kegiatan setiap harinya, yakni pagi, siang, dan sore.

