BerandaNewsNasionalWangi Bunga dan Cahaya...

Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Awal Tahun di Gunung Padang

CIANJUR, TERMINALNEWS.ID — Malam Selasa Kliwon, 12 Januari 2026, menjadi pengalaman spiritual yang mendalam bagi para peserta Misa Ekaristi Awal Tahun di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Di tengah cuaca yang semula tak bersahabat, alam seolah membuka jalan dan ikut menjadi saksi peristiwa sakral di teras tertinggi situs purba tersebut.

Sejak pagi hingga sore hari, hujan mengguyur kawasan Gunung Padang tanpa jeda. Namun menjelang pukul 19.40 WIB, tepat saat rombongan tiba di area parkir, hujan mendadak berhenti. Misa Ekaristi pun dapat dilaksanakan di Teras 5—titik tertinggi Gunung Padang yang dipercaya memiliki nilai spiritual dan sejarah peradaban Nusantara.

Misa dipimpin Romo Yos Bintoro, Wakil Uskup untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri. Perayaan ini tidak hanya menjadi doa pembuka tahun 2026, tetapi juga dimaknai sebagai doa pertobatan atas dosa ekologis manusia—kelalaian dan kerusakan terhadap alam, gunung, air, dan bumi yang selama ribuan tahun menopang kehidupan.

Baca Juga :   Korsabhara Baharkam Polri Gelar Klarifikasi Risk Assessment di Sejumlah Hotel Berbintang Demi Tingkatkan Standar Keamanan Pariwisata Bali
IMG 20260113 WA0262
Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Awal Tahun di Gunung Padang – (Kanan ke kiri: Nanang, Ruolf, Atma, Romo Yos dan Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi)

Rombongan terdiri dari pengurus PWI Jaya dan PWI Pusat, antara lain Bendahara PWI Jaya Dar Edi Yoga, Toni Bramantoro, Rio Winto, Rizal Fachrani, Rudolf Simbolon, Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat Raldy Doy, Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo dan Maria Brida Nova. Rombongan didampingi Kepala Juru Pelihara Gunung Padang Nanang Sukmana dan juru pelihara Atma.

Sebelum menapaki 378 anak tangga utama, rombongan mengikuti ritual budaya berupa pembasuhan tangan, wajah, dan kepala, serta meneguk air dari mata air Gunung Padang sebagai simbol penyucian diri dan penghormatan kepada alam.

Sejak awal pendakian, suasana terasa berbeda. Di sepanjang tangga utama, beberapa peserta mencium aroma bunga yang lembut dan tidak biasa. Wangi tersebut muncul tanpa sumber yang jelas dan kembali tercium beberapa kali, termasuk saat misa berlangsung di Teras 5, menambah kesan sakral perjalanan malam itu.

Peristiwa tak biasa juga terjadi saat rombongan tiba di teras pertama. Ketika Romo Yos memanjatkan doa pembuka, sejumlah peserta merasakan percikan air mengenai tubuh mereka. Percikan itu bukan berasal dari hujan maupun dedaunan, mengingat saat itu langit mendung namun kering. Kejadian tersebut diterima dalam keheningan dan dimaknai sebagai pengalaman batin yang sulit dijelaskan secara rasional.

Baca Juga :   Wamen Ekraf Ingin PICA FEST sebagai Festival Lokal yang Dongkrak Ekonomi Kreatif di Bali

IMG 20260113 WA0265

Puncak kekhusyukan terjadi saat konsekrasi Ekaristi di Teras 5. Awan tebal yang sejak sore menutup langit tiba-tiba terbelah, membentuk celah besar menyerupai lubang cahaya. Langit berubah menjadi biru gelap, bintang-bintang tampak sangat terang, dan beberapa rasi bintang terlihat jelas.

Planet Venus bahkan tampak besar dan mencolok—fenomena yang jarang disaksikan pada malam hari.

Usai misa, Romo Yos Bintoro menyebut perayaan tersebut sebagai pengalaman iman yang sangat mendalam.

“Kami berada di tempat yang sangat khusus, bersama para penjaga situs dan sahabat lintas iman. Ini adalah doa Nusantara, doa untuk Indonesia, sekaligus doa pertobatan atas dosa ekologis manusia terhadap ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, mengaku sempat khawatir kegiatan tidak dapat terlaksana akibat hujan deras yang turun dua malam sebelumnya.

Baca Juga :   Terjerat Pinjaman Online? Datanglah ke Malahayati Konsultan
IMG 20260113 WA0266
Wangi Bunga dan Cahaya Langit Iringi Misa Awal Tahun di Gunung Padang

“Namun malam ini berbeda. Saat doa berlangsung, langit terbuka dan bintang muncul sangat terang. Dalam perhitungan kami, Selasa Kliwon adalah malam cahaya. Padang berarti terang. Gunung Padang malam ini benar-benar menunjukkan maknanya,” tutur Nanang.

Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi juga merasakan kedamaian batin yang kuat.

“Ini berkat luar biasa di awal tahun. Ada rasa tenang, lepas, dan damai yang sulit diungkapkan. Semoga doa-doa malam ini membawa berkat, kesehatan, keselamatan, serta kesadaran untuk menjaga alam dan bangsa Indonesia,” katanya.

Usai misa, awan gelap perlahan kembali menutup langit. Saat rombongan menuruni tangga dan tiba di bawah, hujan turun deras kembali, namun hanya sesaat—seolah tirai alam ditutup setelah sebuah peristiwa sakral usai.

Gunung Padang pun kembali sunyi, menyimpan doa, cahaya, dan isyarat malam Selasa Kliwon di antara batu-batu purbanya.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Terpesona Performa dan Kenyamanan New Xpander, Nugroho: Ternyata Tidak Boros

TERMINALNEWS.ID, SURABAYA - Mitsubishi New Xpander berhasil mengubah pandangan Nugroho Sudjiman...

Daftar 13 Pemain yang Nomor Punggungnya Dipensiunkan Klub Inggris, Diogo Jota Jadi yang Terbaru

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Memensiunkan nomor punggung bukanlah tradisi yang lazim dalam...

Rayan Cherki Dikabarkan Hadapi Masalah Pribadi, Bukan Sengaja Abaikan Didier Deschamps

TERMINALNEWS.ID, PARIS - Timnas Prancis memastikan langkah ke babak 16 besar...

- A word from our sponsors -

spot_img