JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meninjau kelanjutan penataan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, untuk melihat langsung kondisi hunian masyarakat pesisir sekaligus potensi pengembangan kawasan ke depan.
Dalam kunjungannya, Fahri menekankan pentingnya penerapan konsep hunian yang selaras dengan karakter wilayah pesisir. Menurutnya, rumah panggung bertingkat merupakan solusi yang paling memungkinkan diterapkan di kawasan tersebut.
“Konsep rumah panggung bertingkat lebih memungkinkan diterapkan di kawasan ini. Selain lebih tertata, ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan dan akses lingkungan juga bisa diatur dengan lebih baik,” ujar Fahri.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan pesisir harus tetap berpihak pada masyarakat yang telah lama hidup dan menggantungkan penghidupannya di wilayah tersebut. Fahri menilai, penataan kawasan tidak boleh memutus hubungan nelayan dengan ruang hidupnya.
“Masyarakat pesisir tidak bisa dijauhkan dari ruang hidupnya. Rumah panggung menjadi solusi yang sesuai dengan karakter kawasan dan budaya pesisir Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Fahri menyampaikan bahwa penataan Kampung Nelayan Muara Angke perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi lintas sektor. Pemerintah, kata dia, akan mendorong koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar program penataan berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Penataan kawasan ini perlu dilakukan secara terpadu. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.
Penataan Kampung Nelayan Muara Angke diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang tepat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui hunian yang layak, tertata, dan berkelanjutan.


