JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Nama Waiz Khazindar Kamil tengah menjadi sorotan dalam ajang Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2025.
Pemain muda berbakat dari Farama Academy ini telah mencetak tiga gol untuk timnya dan menunjukkan performa gemilang sepanjang kompetisi.
Waiz kembali menjadi pahlawan bagi timnya saat mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 atas Bintang Kranggan, Sabtu (17/5), di Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan. Satu gol lainnya disumbangkan oleh Muamr Fathir Arasya. Hasil ini membawa Farama Academy naik ke peringkat 6 klasemen sementara Liga Jakarta U17.
Perjalanan Karier Waiz Khazindar Kamil
Remaja kelahiran 27 Agustus 2008 ini mengaku mulai menekuni dunia sepak bola sejak usia 11 tahun. Menariknya, Waiz memilih jalan berbeda dari sang ayah, Muhammad Fadil, yang merupakan pendekar Tapak Suci.
“Sempat ikut pertandingan silat di Jakarta Utara dan jadi juara, tapi setelah itu saya memilih fokus di sepak bola,” ujar Waiz, siswa kelas 10 SMK Walag Jaya Jakarta Utara jurusan TKR-O (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif).
Perjalanan sepak bolanya dimulai dari SSB U-Camp, sebelum bergabung dengan Farama Academy pada tahun 2021 setelah diajak seorang teman. “Farama tim bagus, fasilitasnya lengkap,” ujarnya.
Prestasi dan Harapan Menjadi Pemain Profesional
Tak hanya bersinar di Liga Jakarta U17, Waiz juga pernah membawa tim DKI I menjadi juara POPSI di Semarang pada 2022, mengalahkan tim DKI II yang menjadi runner-up.
Kini, Waiz bersama dua rekannya dari Farama, Muhammad Darwis dan Dwi Fanny, telah lolos seleksi untuk mewakili Jakarta dalam ajang POPPROV (Pekan Olahraga Pelajar Provinsi).
Ajang POPPROV menjadi batu loncatan penting bagi Waiz untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pemain sepak bola profesional dan bergabung dengan klub Liga 1 Indonesia.
“Liga Jakarta U17 ini bagus, panitianya profesional, pertandingan tepat waktu, dan ada live streaming-nya,” tambah Waiz, yang saat ini sudah mencetak tiga gol di Liga Jakarta U17 dan tiga gol lainnya di ajang pramusim.
Dukungan Keluarga dan Fokus ke Masa Depan
Sang ayah, Muhammad Fadil, mendukung penuh pilihan Waiz, namun tetap mengingatkan untuk tidak cepat puas.
“Harus terus berlatih demi meraih cita-cita. Mudah-mudahan dia bisa menjadi pemain tim nasional Indonesia,” harapnya.
