JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan jawaban atas pandangan umum legislatif mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 serta perubahan bentuk badan hukum Perumda Air Minum Jaya menjadi Perseroan Terbatas Air Minum Jaya (Perseroda).
Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI fokus pada sejumlah program strategis, di antaranya ketahanan pangan, penanganan stunting, peningkatan kualitas pendidikan, pengelolaan transportasi publik dan kemacetan, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta penanggulangan banjir.

Program Strategis Pemprov DKI
Rano menjelaskan, pada sektor ketahanan pangan, Pemprov mengembangkan urban farming melalui 100 kampung mandiri pangan berbasis RW, memanfaatkan platform digital untuk distribusi dan pemasaran produk, serta melaksanakan contract farming dengan berbagai daerah sejak 2022 untuk menjaga stok pangan.
Untuk penanganan stunting, Pemprov konsisten menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting, anak dengan masalah gizi, serta ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK), berdasarkan data by name by address (BNBA).
Di bidang pendidikan, perbaikan berkelanjutan dilakukan melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran, peningkatan sarana-prasarana, aksesibilitas, serta kualitas tenaga pengajar. “Kami berkomitmen meningkatkan akses, mutu layanan, dan kualitas pendidikan di Jakarta,” ujar Rano.
Terkait transportasi dan kemacetan, Pemprov DKI menerapkan langkah jangka pendek seperti sistem satu arah (SSA), penutupan putar balik, rekayasa fase lalu lintas, penertiban parkir liar, hingga kebijakan ganjil-genap. Teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai diterapkan dalam manajemen lalu lintas, sementara integrasi transportasi publik diperkuat dengan sistem park and ride di sejumlah titik.
Pada program PTSL, sejak 2018 hingga 2023 Pemprov bekerja sama dengan instansi vertikal untuk mempercepat sertifikasi tanah, dan akan terus melanjutkan koordinasi.
Sedangkan untuk penanggulangan banjir, Rano menyebut seluruh pompa disiagakan, tanggul mitigasi rob dibangun di Muara Angke dan Pluit, serta percepatan normalisasi Kali Ciliwung terus dijalankan.
Transformasi PAM Jaya
Selain APBD 2026, rapat juga membahas Raperda perubahan badan hukum PAM Jaya dari Perumda menjadi Perseroda. Menurut Rano, transformasi ini bertujuan memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta memperluas cakupan layanan air bersih secara adil dan berkelanjutan.
“Prinsip pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Tarif air akan dijaga agar tetap adil dan terjangkau, layanan pelanggan diperkuat melalui call center dan aplikasi digital, serta mutu air dipastikan sesuai standar kesehatan. Semua langkah dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.|Foto : Istimewa


