JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi mengonfirmasi keikutsertaan Timnas Futsal Putra U-17 dalam ajang internasional prestisius bertajuk III Edición del Torneo Internacional de Futsal.
Turnamen kelompok usia muda ini akan berlangsung di Castro del Río, Córdoba, Spanyol pada 24–28 Juni 2026.
Turnamen ini menjadi panggung bagi tim-tim futsal muda terbaik dunia untuk saling adu strategi dan kemampuan.
Dalam edisi sebelumnya, kompetisi ini menghadirkan negara-negara kuat seperti Spanyol, Prancis, dan Maroko.
Keikutsertaan Indonesia dalam kompetisi ini menjadi langkah strategis untuk menempatkan futsal usia muda nasional dalam peta persaingan internasional.
Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, menegaskan bahwa partisipasi dalam turnamen ini bukan semata-mata soal hasil pertandingan.
Lebih dari itu, ajang ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang membentuk karakter dan mentalitas pemain muda Indonesia.
“Partisipasi di ajang seperti ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi tentang membangun budaya kompetisi sejak usia dini. Ini adalah langkah penting untuk membangun mentalitas dan kualitas pemain muda Indonesia,” ujar Michael dalam keterangan resminya.
Ia juga mengajak seluruh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) di seluruh Indonesia untuk lebih serius dalam memperkuat kompetisi usia muda di daerah masing-masing.
Menurutnya, pembinaan kelompok umur yang kuat dan terstruktur adalah fondasi utama untuk melahirkan generasi emas futsal Indonesia.
Sementara itu, Pelatih Kepala Timnas Futsal Putra sekaligus Direktur Teknik FFI, Héctor Souto, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di bidang futsal.
Namun, ia juga menyoroti sejumlah aspek fundamental yang masih tertinggal dari standar elite dunia.
“Selama empat tahun saya berada di Indonesia, saya melihat banyak pemain dan pelatih bertalenta. Tapi kita masih tertinggal dalam hal struktur liga usia muda, scouting dan pengembangan bakat, pemahaman teknis-taktis, serta metodologi latihan,” ujar Souto.
Menurutnya, keikutsertaan dalam turnamen internasional seperti di Spanyol menjadi cara tepat untuk mempercepat proses peningkatan kualitas tersebut.
Ia menekankan pentingnya pengalaman bertanding melawan tim-tim terbaik dunia agar para pemain bisa belajar dan berkembang secara optimal.
Timnas Futsal U-17 Indonesia yang akan diberangkatkan ke Spanyol akan disusun melalui proses seleksi nasional yang ketat.
Para pemain muda kelahiran tahun 2009, 2010, dan 2011 akan disaring dari berbagai kompetisi pembinaan resmi yang diselenggarakan FFI dan AFP di berbagai daerah.
Seleksi ini bertujuan menjaring talenta-talenta terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air yang memiliki potensi untuk bersaing di level internasional.
Langkah ini sekaligus memastikan bahwa sistem pembinaan usia muda di Indonesia berjalan dalam jalur yang selaras dengan standar kompetisi global.
Lebih dari sekadar partisipasi, keterlibatan Indonesia di ajang ini juga menjadi sinyal kuat bahwa FFI serius dalam membangun ekosistem futsal nasional yang berdaya saing global.
Dengan adanya turnamen ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan futsal—baik di tingkat daerah, klub, maupun sekolah sepak bola—dapat bersinergi dalam satu kerangka besar pembinaan yang terarah.
Turnamen ini juga menjadi tolok ukur penting untuk mengukur sejauh mana kualitas hasil pembinaan usia muda yang telah dilakukan FFI dan para mitra daerah selama ini.
Harapannya, ke depan akan semakin banyak kompetisi kelompok umur yang digelar secara konsisten dan profesional di berbagai level, sebagai bagian dari strategi besar mencetak pemain futsal unggulan masa depan.
Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya sekadar hadir di pentas internasional, tetapi juga menunjukkan komitmen membangun masa depan futsal yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan.

