JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Federasi Futsal Indonesia (FFI) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kompetisi futsal profesional nasional melalui berbagai langkah strategis.
Salah satu terobosan penting yang akan diterapkan pada gelaran Pro Futsal League (PFL) Playoffs 2025 adalah penggunaan lantai interlock baru, serta kehadiran wasit asing di babak Final Four dan Grand Final.
Keputusan ini diambil menyusul masukan dari berbagai kalangan, termasuk pemain dan publik pecinta futsal Tanah Air, yang menginginkan peningkatan standar penyelenggaraan kompetisi.
“PFL terus beradaptasi dan berinovasi demi menciptakan ekosistem futsal yang profesional dan kompetitif. Investasi pada flooring dan kehadiran wasit asing menjadi bukti nyata komitmen FFI untuk mendengarkan aspirasi pemain dan publik, serta memastikan futsal Indonesia terus berkembang menuju standar terbaik,” ujar Sekretaris Jenderal FFI, Perbager, dalam keterangan tertulis, Senin (9/6/2025).
Penggunaan lantai interlock dalam babak playoff PFL 2025 merupakan salah satu bentuk investasi FFI dalam membangun ekosistem futsal yang lebih baik.
Jenis lantai ini dirancang dengan teknologi yang mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan atlet saat bertanding.
FFI menilai bahwa peningkatan kualitas fasilitas pertandingan, khususnya lapangan, adalah elemen fundamental dalam menciptakan kompetisi yang sehat dan berdaya saing tinggi.
“Standarisasi lapangan yang sesuai regulasi dan kebutuhan atlet adalah pondasi utama menuju kompetisi profesional yang aman dan kompetitif,” tulis pernyataan resmi FFI.
Langkah ini juga menjadi bagian dari rencana jangka menengah dan panjang FFI dan operator liga PFL dalam meningkatkan infrastruktur pertandingan.
Dengan penggunaan flooring yang lebih baik, FFI berharap para pemain dapat bertanding dalam kondisi optimal dan meminimalkan risiko cedera.
Selain penggunaan interlock, FFI dan PFL juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan lantai parquet di masa mendatang.
Jenis lantai yang biasa digunakan dalam kompetisi futsal kelas dunia ini dinilai memiliki kualitas terbaik dari sisi kenyamanan dan performa teknis.
Meski belum dapat diterapkan dalam waktu dekat, FFI menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan kesiapan investasi serta infrastruktur pendukung untuk penggunaan parquet di area Field of Play.
“Kami menyadari bahwa untuk sampai ke tahap penggunaan lantai parquet dibutuhkan kesiapan dari sisi teknologi dan logistik. Namun, ini sudah masuk dalam roadmap kami untuk implementasi jangka panjang,” ujar salah satu perwakilan FFI.
Selain peningkatan fasilitas lapangan, FFI juga akan menghadirkan wasit asing untuk memimpin pertandingan di babak Final Four dan Grand Final PFL Playoffs 2025.
Inisiatif ini diambil untuk memastikan kualitas kepemimpinan pertandingan berada pada standar tertinggi, serta memperkuat semangat fair play dan integritas kompetisi nasional.
Penggunaan wasit asing bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di lapangan, tetapi juga sebagai bentuk transfer pengetahuan bagi para perangkat pertandingan dalam negeri.
FFI berharap kehadiran wasit internasional dapat menjadi referensi bagi wasit lokal dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
“Kami ingin setiap pertandingan penting di fase akhir PFL dipimpin oleh wasit yang memiliki pengalaman internasional. Ini akan memberikan jaminan mutu serta menghadirkan atmosfer kompetisi yang lebih kredibel,” ungkap Perbager.
Langkah-langkah strategis yang diambil FFI ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem futsal nasional yang berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, FFI terus berupaya memperbaiki tata kelola liga profesional, pengembangan pemain muda, serta peningkatan infrastruktur pendukung.
Dengan berbagai terobosan ini, FFI berharap PFL Playoffs 2025 bisa menjadi tonggak penting dalam transformasi futsal Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan pengalaman bertanding terbaik bagi para pemain dan membangun kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan. FFI akan terus mendengarkan masukan dari berbagai pihak demi kemajuan futsal nasional,” tutup Perbager.

