TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Kabar menggembirakan datang dari arena bola basket nasional. Timnas Basket 5×5 Putra Indonesia dipastikan ambil bagian dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, meski tiket ke pesta olahraga terbesar di Asia itu didapat melalui situasi yang terbilang tak terduga.
Indonesia ditempatkan di Pool A bersama tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Kepastian tersebut diumumkan Panitia Pelaksana Asian Games pada Jumat malam, 7 Agustus 2026, melalui laman resmi ajang tersebut.
Bagi Badan Tim Nasional (BTN) DPP PERBASI, kepastian tersebut menjadi kabar yang datang cukup mendadak. Indonesia awalnya tidak termasuk dalam daftar tim yang otomatis lolos berdasarkan peringkat FIBA Asia.
Managing Director BTN DPP PERBASI, Jeremy Imanuel Santoso, mengungkapkan bahwa sekitar satu setengah bulan lalu pihaknya mendapat informasi dari FIBA Asia dan Local Organizing Committee (LOC) Asian Games mengenai adanya satu negara yang mengundurkan diri.
“Ini kabar baru bagi kami di BTN. Sekitar 1,5 bulan lalu kita dihubungi FIBA Asia dan juga LOC Asian Games bahwa ada satu tim mundur,” kata Jeremy.
Menurut dia, penentuan peserta awal mengacu pada FIBA Asia Ranking dengan cut-off Desember 2025. Australia dan Selandia Baru tidak diperhitungkan karena berada di kawasan Oseania. Dengan demikian, Indonesia sebenarnya belum masuk dalam daftar peserta otomatis.
Namun, mundurnya salah satu negara yang berada di atas Indonesia membuat peluang tersebut terbuka.
“Kita hanya diinfo kita masuk antrean berikutnya untuk menjadi partisipan di Asian Games,” ujarnya.
Persiapan Dikebut
Tantangan berikutnya adalah waktu. Indonesia mendapat kepastian dalam rentang waktu yang relatif singkat sehingga koordinasi antara BTN dan tim Chef de Mission (CdM) harus dilakukan dengan cepat.
Jeremy menyebut kehadiran Wakil Menteri sekaligus Wakil Ketua BTN DPP PERBASI, Todotua Pasaribu, dalam tim CdM turut mempercepat proses sinkronisasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan kelengkapan kontingen.
“Kita sinkronisasi dengan tim CdM yang kebetulan juga Pak Wakil Menteri merupakan Wakil Ketua BTN DPP PERBASI Bapak Todotua Pasaribu. Jadi sinkronisasinya jauh lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Di sisi lain, program Timnas Basket Putra sebenarnya sudah berjalan untuk menghadapi Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia dijadwalkan menghadapi Singapura, Hong Kong, dan Malaysia pada 28, 30, dan 31 Agustus 2026.
Kondisi itu membuat persiapan menuju Asian Games dapat dilakukan beriringan.
“Pemanggilan timnas sudah dijadwalkan. Tinggal di minggu kedua Agustus akan ada pemanggilan lagi tim untuk Asian Games 2026,” kata Jeremy.

BTN pun berupaya menghadirkan komposisi terbaik, termasuk mengupayakan kehadiran pemain Indonesia yang saat ini berkarier di liga profesional luar negeri.
“Kita pastinya ingin siapkan tim terbaik dengan pemain terbaik,” tegasnya.
Jepang Lawan Pertama
Indonesia bukan unggulan di Pool A. Di atas kertas, posisi Indonesia bahkan menjadi yang terendah berdasarkan peringkat dunia FIBA.
Saat ini Indonesia berada di peringkat 94 dunia. Sementara Jepang menempati posisi 22, Korea Selatan 54, dan Arab Saudi 65.
Meski demikian, BTN tidak ingin sekadar menjadi pelengkap.
“Kita ingin targetkan lolos pool walaupun kita juga tahu di pool ini kita ranking paling rendah dan lawan tim besar seperti Jepang, Korea Selatan, dan Saudi Arabia,” ujar Jeremy.
Perjalanan Indonesia akan dimulai dengan menghadapi Jepang pada 10 September 2026. Sehari berselang, Indonesia bertemu Korea Selatan. Setelah mendapatkan waktu istirahat satu hari, laga terakhir fase pool akan dimainkan melawan Arab Saudi pada 13 September 2026.
Indonesia Tampil Lengkap
Kehadiran tim 5×5 putra sekaligus melengkapi keterlibatan cabang olahraga bola basket Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sebelumnya, Timnas Basket 5×5 Putri sudah lebih dahulu dipersiapkan dan akan tampil di Pool A bersama China dan Thailand.
Tim putri mengawali perjuangan dengan menghadapi Thailand pada 17 September, sebelum bertemu China pada 21 September 2026.
Indonesia juga mengirimkan tim untuk nomor 3×3 putra dan putri.
Timnas Basket 3×3 Putra berada di Pool C bersama Qatar, Taiwan, dan Bahrain. Sementara Timnas Basket 3×3 Putri menghuni Pool D bersama Singapura, Thailand, dan Korea Selatan.
Berbeda dengan nomor 5×5, nomor 3×3 pada Asian Games 2026 menerapkan batas usia pemain, yakni di bawah 23 tahun.
Tim 3×3 Sudah Tur Kompetisi
Persiapan tim 3×3 Indonesia pun tidak dilakukan dalam waktu singkat. DPP PERBASI memanfaatkan sejumlah ajang internasional sebagai bagian dari pematangan tim sebelum Asian Games.
Timnas Basket 3×3 Putri di bawah asuhan Coach Deny Sartika telah mengikuti sejumlah seri FIBA 3×3 Women’s Series. Perjalanan dimulai dari Manila Stop pada 7-8 Mei 2026, kemudian Xiantao Stop pada 4-5 Juli, Batam Stop pada 23-24 Juli, dan Tokyo Stop pada 1-2 Agustus.
Berikutnya, tim putri dijadwalkan tampil di Singapura Stop pada 13-14 Agustus 2026.
Sementara itu, Timnas Basket 3×3 Putra juga terus menjalani proses pematangan. Salah satu ajang yang diikuti adalah FIBA 3×3 Challenger Batam Stop 2026. Saat ini, tim berlatih di GBK Arena di bawah arahan Coach Nico Donnda Fitzgerald.
Sebelum bertolak ke Jepang, tim 3×3 putra dijadwalkan mengikuti Challenger Kaohsiung Stop pada 5-6 September 2026.
Persiapan Maksimal
Sekretaris Jenderal DPP PERBASI, Nirmala Dewi, memastikan seluruh program persiapan diarahkan agar pemain yang dibawa ke Asian Games benar-benar merupakan pilihan terbaik.
“DPP PERBASI memaksimalkan momentum ini dengan persiapkan tim sebaik mungkin. Saat ini, semuanya sedang melakukan persiapan dan pemain yang nantinya mewakili Indonesia di Asian Games adalah yang terbaik setelah melewati berbagai tahapan,” kata Nirmala.
Dengan tambahan tim 5×5 putra, Indonesia kini memiliki wakil di seluruh nomor bola basket yang dipertandingkan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tantangannya tentu tidak ringan, terutama bagi tim putra 5×5 yang harus menghadapi tiga negara dengan peringkat lebih tinggi.
Namun, tiket yang datang di menit-menit akhir justru memberikan peluang baru bagi Indonesia untuk membuat kejutan.
“Mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar Timnas kita bisa mencatatkan hasil terbaik dan bawa bangga Indonesia,” kata Nirmala Dewi.

