JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Tiga petenis muda Indonesia mencatat prestasi membanggakan dengan meraih tiga dari empat gelar juara pada ajang Detec International Junior Championship J30 yang digelar di Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (1/6/2025).
Mereka adalah Mischka Sinclaire Goenadi, Shinar Zahra Shukayna Heriyadi, dan Michal Ihsan Wicaksana.
Turnamen resmi tingkat internasional ini menjadi ajang unjuk gigi para petenis muda Tanah Air. Michal Ihsan sukses meraih gelar juara tunggal putra usai mengalahkan kompatriotnya, Akmal Junaini, dengan skor 6-4, 6-1 di partai final.
Ini menjadi gelar tunggal ITF Junior keempat sepanjang karier Michal dan yang pertama tahun ini.
“Pertandingan berlangsung ketat. Akmal tetap memberi perlawanan meskipun skor menunjukkan sebaliknya. Alhamdulillah, ketenangan dan konsistensi membawa saya meraih kemenangan,” ujar Michal seusai pertandingan.
Sayangnya, Akmal tidak mampu tampil maksimal di set kedua karena mengalami kram pada kaki kirinya dan sempat membutuhkan pertolongan medis.
Meski begitu, keduanya telah menunjukkan kerja sama apik di beberapa turnamen sebelumnya, termasuk menjuarai nomor ganda di Jember dan Singapura.
Namun, pada sektor ganda kali ini, Michal yang berpasangan dengan Raphael Rio Suryana harus terhenti di babak semifinal.
Pasangan Indonesia itu dikalahkan oleh wakil Tiongkok, Luxuan Xie/Shao Zhang, dalam pertandingan ketat 6-2, 5-7, 7-10.
Duo Tiongkok tersebut kemudian dikalahkan oleh pasangan Taiwan, Weibo Huang/Ting-Ho Yang, di final dengan skor 4-6, 2-6.
Di sektor putri, dominasi Indonesia ditunjukkan oleh Mischka Sinclaire Goenadi. Petenis binaan Next Gen Tennis Academy Jakarta ini meraih dua gelar juara, masing-masing di nomor tunggal dan ganda.
Di final tunggal, Mischka menundukkan petenis asal Tiongkok, Siyun Xiao, dua set langsung, 6-4, 6-4. Ini menjadi gelar tunggal keempat bagi Mischka di level ITF Junior.
Tak hanya itu, Mischka juga tampil tangguh di sektor ganda berpasangan dengan Shinar Zahra Shukayna Heriyadi.
Pasangan unggulan pertama ini mengalahkan duet Indonesia-Tiongkok, Jeanne Lynn Hartono/Jihan Li, 6-1, 7-6(4), dan memastikan gelar juara ganda.
“Ini pertama kalinya kami bermain berpasangan. Senang sekali bisa langsung juara,” kata Shinar, yang meraih gelar ITF pertamanya tahun ini.
Meski baru berpasangan untuk pertama kali, keduanya telah memiliki chemistry kuat karena pertemanan sejak kecil dan pernah berlatih bersama di Jakarta.
Kombinasi tersebut terbukti solid, meski mereka sempat kehilangan fokus di set kedua dan harus melalui tie-break sebelum menutup pertandingan.
“Kami sempat kehilangan fokus. Lawan bermain lebih rapi dan pukulannya jarang mati. Tapi kami diskusi, bangkit lagi, dan bermain lebih berani di tie-break,” ujar Mischka.
Pukulan forehand menyilang dari Mischka memastikan kemenangan mereka pada match point pertama.
Namun, kemenangan di sektor ganda ini tidak mengerek peringkat Mischka karena sudah memiliki lima hasil terbaik yang terhitung di klasemen ITF Junior.
Hal itu membuatnya berencana naik kelas ke level turnamen lebih tinggi.
“Sejauh ini, aku baru sekali tampil di level J200, tepatnya di Kuala Lumpur. Waktu itu, aku lolos kualifikasi tapi kalah di babak pertama. Lawannya kuat dan rapi. Aku jadi tahu bahwa aku harus lebih giat lagi,” jelas Mischka, siswa ACS Jakarta yang memilih hanya mengikuti seri pertama turnamen ini karena komitmen sekolah.
Keputusan Mischka membuka peluang bagi Shinar untuk menargetkan gelar tunggal pertamanya di level ITF.
Dengan peringkat ke-927 dunia dan status unggulan utama di seri kedua turnamen yang sama, Shinar bertekad tampil maksimal.
Detec International Junior Championship J30 menjadi bukti bahwa regenerasi tenis Indonesia tengah berjalan positif.
Prestasi yang diraih para pemain muda ini diharapkan dapat menjadi pijakan menuju level kompetisi yang lebih tinggi serta membangun masa depan cerah bagi tenis nasional.

