NEW YORK, TERMINALNEWS.ID – Petenis muda Spanyol, Carlos Alcaraz, kembali menegaskan dominasinya di tenis putra modern dengan merebut gelar juara US Open 2025 usai menundukkan Jannik Sinner lewat pertarungan empat set, Minggu (7/9/2025) waktu setempat di Arthur Ashe Stadium.
Alcaraz menang dengan skor 6-2, 3-6, 6-1, 6-4.
Perjalanan Alcaraz menuju final terbilang mulus. Ia menyingkirkan Mattia Bellucci, Luciano Darderi, Arthur Rinderknech, dan Jirio Lehecka masing-masing dalam tiga set langsung. Tantangan besar semestinya datang di semifinal saat menghadapi Novak Djokovic, namun Alcaraz justru menang tanpa kehilangan satu set pun.
Baru di partai puncak, Sinner mampu mencuri satu set, meski itu tidak cukup untuk menghentikan langkah sang juara bertahan.

Setelah berbagi kemenangan di dua set awal, Alcaraz bangkit dengan performa dominan. Ia menghajar Sinner 6-1 di set ketiga, lalu mengunci gelar lewat kemenangan 6-4 di set keempat.
Hasil ini membuat Alcaraz merebut trofi US Open untuk kedua kalinya sekaligus menambah koleksi Grand Slam-nya menjadi enam gelar.
Capaian ini juga menempatkan Alcaraz sejajar dengan legenda tenis seperti Björn Borg dan Rafael Nadal, yang berhasil mengoleksi enam gelar Grand Slam sebelum berusia 23 tahun.
Dengan prestasi di lapangan keras, tanah liat, dan rumput, Alcaraz semakin dianggap sebagai pemain paling komplet di generasinya.
Kemenangan tersebut juga mengantar petenis berusia 22 tahun itu kembali naik ke peringkat nomor satu dunia ATP.
Ia semakin kokoh dalam persaingan menuju predikat Year-End No. 1, mengukuhkan posisinya sebagai penguasa tenis putra saat ini.
Selain duel sengit di lapangan, final tahun ini juga sempat diwarnai drama non-teknis. Kehadiran Presiden AS Donald Trump di stadion membuat jadwal pertandingan mengalami penundaan sekitar 30–40 menit akibat peningkatan pengamanan.
Namun pada akhirnya, sorotan terbesar tetap tertuju pada Alcaraz—sang bintang muda yang kembali mencatat sejarah di panggung Grand Slam.

