BerandaDaerahTaman Baru, Kesadaran Lama:...

Taman Baru, Kesadaran Lama: Ujian Publik di Ruang Bersama

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID -| Pembukaan ruang publik baru kerap disambut antusias. Ia menjadi simbol akses, rekreasi, sekaligus jeda dari hiruk-pikuk kota. Namun, euforia itu kerap menyisakan persoalan klasik: sampah yang berserakan. Apa yang terjadi di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, memperlihatkan bahwa persoalan kebersihan bukan semata soal fasilitas, melainkan cermin perilaku kolektif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, telah bergerak cepat merespons keluhan warga. Tempat sampah tersedia, petugas lapangan disiagakan, papan imbauan dipasang, bahkan penambahan sarana kebersihan tengah disiapkan. Semua ini menunjukkan bahwa negara hadir dan bekerja.

Namun, sebagaimana diingatkan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, M. Fajar Sauri, keberhasilan menjaga kebersihan tidak bisa sepenuhnya ditopang oleh negara. Ada batas di mana peran pemerintah berhenti, dan kesadaran warga seharusnya mulai bekerja.

Baca Juga :   Sebanyak 28 RT di Wilayah Jakarta Timur dan Selatan Terendam Banjir,Akibat Meluapnya Kali Ciliwung

Di titik inilah persoalan sesungguhnya muncul. Ruang publik adalah ruang bersama, tetapi kesadaran publik sering kali masih bersifat privat sebatas kepentingan diri sendiri. Banyak yang menikmati taman, tetapi tidak merasa memiliki. Banyak yang memanfaatkan fasilitas, tetapi enggan merawatnya.

Fenomena ini bukan hal baru. Ia berulang dari satu taman ke taman lain, dari satu kota ke kota lain. Kita kerap lebih cepat menuntut hak atas ruang publik ketimbang menjalankan kewajiban menjaganya. Padahal, kebersihan adalah kontrak sosial paling sederhana: tidak membuang beban kita kepada orang lain.

siaranpers pemprov dki 20260323220517 139h5z 373
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, M. Fajar Sauri,

Langkah penambahan fasilitas, pengawasan PJLP, hingga koordinasi lintas dinas tentu patut diapresiasi. Namun, semua itu hanya akan menjadi tambalan jika tidak diiringi perubahan perilaku. Edukasi menjadi kunci, terutama dalam menanamkan kebiasaan sejak dini bahwa ruang publik bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang tanggung jawab bersama.

Baca Juga :   Munjirin Ingatkan Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba Saat Isi Leadership Training Lentera 2026

Taman Bendera Pusaka kini menjadi lebih dari sekadar ruang hijau baru. Ia adalah cermin kecil tentang bagaimana masyarakat kota memperlakukan ruang bersama. Apakah kita siap naik kelas sebagai warga kota, atau tetap terjebak pada kebiasaan lama?

Pada akhirnya, kebersihan bukan soal ada atau tidaknya tempat sampah. Ia adalah soal kesadaran yang, sayangnya, belum selalu hadir di setiap langkah kita.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img