JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Film Suka Duka Tawa, karya terbaru dari BION Studios dan Spasi Moving Image, menutup rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025 sebagai closing film yang diputar pada Sabtu (6/12). Sejak dibuka untuk penjualan, tiket film ini langsung habis terjual dan menghadirkan ruang pemutaran yang penuh senyum, tawa, hingga air mata dari para penonton.
Film garapan sutradara Aco Tenriyagelli ini mengikuti perjalanan Tawa (Rachel Amanda), seorang komika yang merangkai materi stand up comedy dari pengalaman kehilangan ayahnya, Keset (Teuku Rifnu Wikana), seorang komedian televisi yang pernah menjadi idola banyak orang. Bersama sang ibu (Marissa Anita), Tawa menavigasi luka-luka lama yang tak pernah sepenuhnya sembuh, dan menertawakannya di panggung sebagai cara meregulasi emosi dan merawat dirinya.
Kekuatan cerita yang jujur dan penampilan para pemain yang menyentuh membuat penayangan perdana ini meninggalkan kehangatan tersendiri bagi para penonton.
Sambutan Hangat dari Penonton dan Rekan Sejawat
Aktor dan komedian Aming menyebut film ini sebagai pengalaman yang penuh campuran rasa.
“Aco gila sih. Skripnya bahaya banget. Enzy lucu, semuanya bagus. Dari berduka sampai tertawa, mix feeling banget,” ujarnya.
Respons serupa datang dari penonton di media sosial. Seorang penonton melalui akun X @rifandaputri menggambarkan pengalaman menonton sebagai “scrolling FYP TikTok nangis, lalu tertawa lagi, terus begitu selama dua jam.”
Sementara @syafrz menuliskan, “Indah sekali, cerdas, dan penuh rasa. Aco selalu punya cara memberi pukulan sekaligus pelukan.”
Di Instagram, akun @reno.muhammad menyorot kedalaman tema film ini. “Lucu di permukaan, tapi di dalamnya kita diajak melihat bagaimana anak tumbuh bersama ayah yang hilang secara emosional,” tulisnya.

Antusiasme Berlanjut di Depok
Tak berhenti di Yogyakarta, antusiasme untuk Suka Duka Tawa menjalar hingga Depok. Pada Minggu (7/12), film ini menggelar Mendadak Screening di CGV Depok Mall dan langsung diserbu penonton. Antrean panjang mengular, dan penonton yang hadir mendapatkan merchandise eksklusif dalam paket penayangan spesial tersebut.
Para penonton menyebut pengalaman menonton ini sebagai perjalanan emosional yang dekat dengan kehidupan mereka—dari haru, hangat, hingga tawa yang muncul dari tempat yang sangat personal.
Proses Kreatif yang Panjang dan Personal
Aco Tenriyagelli, sutradara sekaligus penulis film, mengungkapkan bahwa Suka Duka Tawa berangkat dari keinginannya untuk berbicara tentang relasi orangtua dan anak.
“Banyak dari kita yang canggung untuk berkomunikasi dengan orangtua, dan sebaliknya orangtua pun sulit mengungkapkan cinta. Lewat stand up, saya ingin mengajak penonton menertawakan luka dan mengingat kembali hangatnya tertawa bersama keluarga,” ujarnya.
Produser eksekutif Ajeng Parameswari menuturkan bahwa kolaborasi dengan Aco sudah direncanakan sejak lama, dan terpilihnya film ini sebagai closing film JAFF 2025 menjadi pencapaian penting. Sementara produser Ajish Dibyo memuji presisi Aco dalam membangun bahasa kreatifnya.
Aktris Rachel Amanda, rekan lama Aco yang memerankan Tawa, mengaku turut terbawa emosi melihat debut film panjang sang sutradara akhirnya terwujud.
“Kami tumbuh dan berkarya bersama. Melihat Aco tiba di titik ini membuatku bangga,” katanya.
Marissa Anita, yang memerankan Ibu Cantik, menambahkan bahwa film ini memadukan unsur mendalam dan komedi dengan luwes.
“Di sini penonton akan tertawa, berpikir, dan menangis,” ujarnya.
Segera Tayang di Bioskop
Setelah menyelesaikan perjalanannya di festival, Suka Duka Tawa akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 8 Januari 2026. Dengan tema keluarga yang dekat, pendekatan humor yang hangat, dan emosi yang terasa nyata, film ini diharapkan menjadi salah satu pengalaman sinema yang mengawali 2026 dengan tawa yang punya makna.

